JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal menjadi prioritas utama Jahid, warga Kampung Tenjo Laut RT 004/RW 008, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, setelah rumahnya dilanda kebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Selain menghanguskan bangunan rumah, kobaran api juga meludeskan sejumlah barang berharga dan perlengkapan rumah tangga milik keluarga Jahid.
Saat ditemui awak media, Kamis (27/8/2026), Jahid mengungkapkan sejumlah barang berharga yang tidak berhasil diselamatkan, mulai dari satu unit sepeda motor, uang tunai sekitar Rp5 juta, perhiasan, kulkas hingga berbagai perabot rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain rumah, satu unit motor, kemudian ada uang sekitar Rp5 juta yang terbakar. Perhiasan dan barang-barang di dalam rumah, termasuk kulkas, semuanya ludes,” ungkap Jahid.
Uang tunai tersebut, kata Jahid, sebelumnya dikumpulkan sedikit demi sedikit sebagai persiapan untuk membangun rumah. Namun, rencana tersebut harus tertunda setelah rumahnya lebih dulu habis dilalap api.
Meski masih terpukul akibat musibah tersebut, Jahid berusaha menerima apa yang telah terjadi. Ia berharap di balik musibah tersebut terdapat hikmah dan keluarganya bisa kembali bangkit.
“Di balik kejadian musibah seperti ini, mudah-mudahan ada hikmahnya. Mudah-mudahan kembali lebih dari semula,” katanya.
Pasca-kebakaran, perhatian dan bantuan mulai berdatangan kepada keluarga Jahid. Pemerintah Desa Bojong menjadi salah satu pihak yang memberikan bantuan serta dukungan kepada korban.
Jahid juga menyebut adanya rencana bantuan dari pihak perusahaan. Ia berharap kepedulian dari berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk membantu keluarganya memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal.
Untuk kebutuhan pakaian, Jahid mengaku bersyukur karena sejumlah bantuan dari masyarakat telah diterima.
“Alhamdulillah untuk pakaian sudah ada. Dari orang-orang yang memberikan bantuan sudah kami terima,” ujarnya.
Namun, di tengah berbagai bantuan yang mulai diterima, Jahid menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini adalah rumah. Ia berharap tempat tinggal keluarganya dapat segera dibangun kembali agar mereka bisa kembali hidup dengan layak.
“Kalau kebutuhan yang paling mendesak, ingin cepat dibangun rumah lagi,” tutur Jahid.
Ia pun berharap partisipasi dari berbagai pihak dapat terus mengalir untuk membantu keluarganya melewati masa sulit tersebut.
“Mudah-mudahan ada partisipasi dari pihak-pihak yang bisa membantu,” harapnya.
Sebelumnya, kebakaran tersebut ditangani petugas Damkar Pos V Pangleseran Cikembar. Warga sekitar juga sempat berupaya membantu memadamkan api secara manual sebelum petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan rumah mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat ditempati kembali.
Kini, Jahid bersama keluarganya harus menata kembali kehidupan setelah kehilangan rumah dan sejumlah harta benda. Di tengah kondisi tersebut, ia memilih tetap berharap dan berupaya bangkit dengan dukungan keluarga, pemerintah desa, serta masyarakat yang peduli terhadap musibah yang dialaminya.















