JABARINSIDE.COM |Sukabumi — Pemerintah Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, bergerak cepat menanggapi musibah bencana yang menimpa salah satu rumah warga di wilayahnya. Peristiwa tersebut menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan parah akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia.
Kepala Desa Ubrug, Deri Sopiar, melalui Kaur Keuangan Supriatna, menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian sesaat setelah mendapat laporan dari warga.

“Atas kejadian bencana yang ada di Desa Ubrug, kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Selanjutnya, kami dari pemerintah desa juga sudah menyampaikan laporan ke tingkat kecamatan dan ke BPBD,” ujar Supriatna.
Lebih lanjut ia menjelaskan, rumah yang terdampak sudah masuk dalam daftar program Roti Lahu (Program Rumah Tidak Layak Huni). Pemerintah desa bahkan telah mengundang pemilik rumah untuk proses pengajuan bantuan tersebut.
“Rumah itu memang sudah tua, lapuk dimakan usia. Sudah kami masukkan ke dalam program Roti Lahu, dan pengajuannya sudah kami sampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, keluarga korban yang terdiri dari dua orang untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya. Barang-barang milik mereka pun telah diamankan ke tempat yang lebih aman.
Untuk kebutuhan sehari-hari, pemerintah desa bersama warga sekitar bahu-membahu memberikan bantuan melalui sistem “perelek” atau iuran sukarela khas masyarakat desa. “Untuk sementara, kebutuhan mereka kami bantu dari perelek dan gotong royong warga. Pemerintah desa juga ikut membantu kebutuhan makan harian,” jelas Supriatna.
Ia juga mengimbau warga Desa Ubrug untuk lebih waspada menghadapi musim penghujan.
“Pesan kami kepada warga, di musim hujan ini tolong jaga kebersihan lingkungan, terutama sampah, dan tetap berhati-hati terhadap cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat dan gotong royong yang terjalin, Pemerintah Desa Ubrug menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada warga yang terdampak bencana di wilayahnya.















