JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Kamis (20/11/2025) hingga Jumat pagi memicu serangkaian kejadian bencana alam seperti tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah roboh di sejumlah kecamatan. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
Laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi yang diterima Jumat, (21/11/2025) pukul 16.15 WIB, mencatat sedikitnya 20 kejadian bencana dalam kurun waktu dua hari terakhir.
Bencana yang tercatat meliputi tanah longsor di berbagai titik seperti Cireunghas, Cibadak, Cikidang, Sukadamai, Bantargadung, dan Parakansalak. Beberapa longsor mengancam pemukiman warga bahkan merusak bagian bangunan rumah.

Salah satu kejadian signifikan terjadi di Kampung Garduh, Desa Bojongasih Kecamatan Parakansalak, di mana dapur rumah milik warga atas nama Aep Saepudin habis terbawa longsor.
Selain longsor, beberapa rumah warga dilaporkan roboh atau rusak berat akibat hujan deras, seperti di Desa Pamuruyan dan Desa Citarik.
Dua kejadian pohon tumbang juga menyebabkan kemacetan lalu lintas, salah satunya di Jalan Nasional Palabuhanratu dan Sukabumi–Cianjur KM 13 Sukalarang, namun kondisi segera ditangani dan arus lalu lintas kembali normal.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas sektor termasuk melalui jaringan komunikasi radio dan aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare.
Saat ini kondisi cuaca di wilayah Sukabumi berawan dengan suhu 25°C, kelembaban udara mencapai 90%, dan kecepatan angin 8,9 Km/jam dari arah barat daya.
Dalam laporannya, BPBD menegaskan bahwa seluruh personel masih bersiaga, terutama mengingat adanya potensi cuaca ekstrem lanjutan yang kerap terjadi pada bulan-bulan penghujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, tebing curam, dan jalur angin kencang untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kondisi bangunan melemah, segera evakuasi mandiri dan laporkan ke perangkat desa atau Pusdalops,” tulis BPBD dalam laporan resmi.















