JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongraharja mendampingi tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Kecamatan Cikembar terkait pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun anggaran 2025.
Monev ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pembinaan berjenjang dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya terkait penggunaan anggaran pembangunan desa agar sesuai dengan aturan, perencanaan, dan kualitas pekerjaan di lapangan.
Sekretaris Desa Bojongraharja, Denden, mewakili Kepala Desa Bojongraharja Henhen Suhendar menyampaikan bahwa tim monitoring dari Kecamatan Cikembar dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat (Sekmat), bersama Kasi Binwas dan tim teknis lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah hari ini dilakukan monev hasil pembangunan oleh tim Kecamatan Cikembar. Tim dipimpin langsung oleh Bu Sekmat, Kasi Binwas, serta tim lainnya,” ujar Denden.
Adapun objek monitoring dilakukan di Dusun Sampora, RW 06, Kampung Sampora, berupa pembangunan jalan desa yang bersumber dari dana Banprov sebesar Rp98 juta. Jalan tersebut memiliki spesifikasi panjang 114 meter, lebar 4 meter, dan tinggi pekerjaan 0,15 meter. Infrastruktur ini nantinya menjadi jalur penghubung yang juga dimanfaatkan dua desa.
Denden menambahkan, tim monev memberikan beberapa catatan teknis terkait perapihan bagian pinggir jalan serta pemeliharaan oleh warga agar kualitas bangunan dapat bertahan lebih lama.
“Hasil monitoring dari pihak kecamatan tadi menyarankan agar untuk bagian pinggir jalan serta kerapihan tetap dipantau dan dilakukan pemeliharaan bersama masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan administrasi maupun fisik pembangunan, tim Kecamatan Cikembar menyatakan tidak ditemukan hambatan atau kendala berarti.
“Untuk administrasi dan fisik, alhamdulillah tidak ada masalah,” tegas Denden.
Pemdes Bojongraharja berharap masyarakat pengguna jalan dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas pembangunan tersebut dengan baik, mengingat keberlanjutan anggaran provinsi tidak dapat dipastikan setiap tahun.
“Harapannya warga bisa menjaga jalan ini karena belum tentu tahun berikutnya ada bantuan lagi. Jadi manfaatkan dan pelihara bersama,” tutupnya.















