‎Ketua Umum OISCA Indonesia Tutup Training Utama Angkatan 40 dan OJLC Angkatan 6 di Cikembar‎

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Ketua Umum OISCA Indonesia, Tengku Khaidir Abdurahman, secara resmi menutup kegiatan Siswa Training Utama Angkatan ke-40 dan OISCA Japanese Language Center (OJLC) Angkatan ke-6. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula OISCA Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026).

‎Kehadiran Ketua Umum OISCA Indonesia dalam acara penutupan ini menegaskan pentingnya pembekalan mental, kedisiplinan, serta penguasaan bahasa asing sebagai modal utama sebelum para peserta diberangkatkan ke luar negeri.

‎Acara ini turut dihadiri Camat Cikembar, Sekretaris Jenderal OISCA Indonesia, Direktur OISCA Sukabumi, pemerintah Desa Sukamulya, para guru bahasa Jepang, orang tua siswa, peserta pelatihan, serta alumni OISCA dari berbagai angkatan.



‎Dalam keterangannya kepada awak media, Tengku Khaidir Abdurahman menyampaikan bahwa program training ini merupakan agenda rutin OISCA Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri, berkarakter, dan memiliki daya saing.

‎“Training utama berlangsung selama sembilan bulan, sedangkan pelatihan bahasa Jepang selama lima bulan. Hari ini kami menutup kegiatan ini secara resmi, meskipun dilaksanakan secara sederhana,” ungkapnya.

‎Ia berharap, seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam pengembangan diri maupun kontribusi positif di lingkungan sekitar.

‎“Kami berharap apa yang mereka dapatkan di sini bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga lingkungan tempat mereka berada,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, Tengku Khaidir menjelaskan bahwa OISCA Indonesia juga memberikan kesempatan belajar ke Jepang bagi peserta yang menunjukkan prestasi dan dedikasi selama mengikuti pelatihan.

‎“Bagi peserta yang berprestasi, kami berikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke Jepang, sebagaimana yang telah kami laksanakan selama ini,” jelasnya.

‎Terkait pelaksanaan program pascapandemi COVID-19, ia mengakui sempat terjadi kevakuman kegiatan. Namun saat ini, program pelatihan kembali berjalan secara bertahap.

‎“Pada masa pandemi, kegiatan sempat kami hentikan sementara. Namun kini, program pelatihan sudah kembali dijalankan,” katanya.

‎Untuk angkatan kali ini, peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan dominasi dari Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi.

‎“Ada peserta dari Aceh, NTT, dan NTB. Namun mayoritas berasal dari Jawa Barat, terutama Sukabumi, mengingat lokasi pelatihan berada di sini dan berkaitan dengan efisiensi biaya,” terangnya.

‎Ia menegaskan bahwa OISCA Indonesia menjalankan seluruh program secara mandiri, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

‎“Kami tidak menerima donasi dari pemerintah. Seluruh biaya yang dibayarkan peserta digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pelatihan dan proses belajar mengajar,” tegasnya.

‎Adapun fokus pelatihan di OISCA Sukabumi Training Center adalah pertanian terpadu, yang mencakup bidang pertanian, peternakan, meubel, hingga perbengkelan.

‎“Walaupun durasi pelatihan terbatas, para peserta dibekali dasar-dasar keterampilan dari berbagai bidang tersebut,” jelasnya.

‎Menutup keterangannya, Tengku Khaidir menekankan pentingnya kemandirian dan disiplin waktu bagi seluruh peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

‎“Bekal utama mereka adalah disiplin dan kemandirian. Dengan memanfaatkan waktu secara efektif, hasil yang baik bisa dicapai meskipun dalam waktu singkat,” pungkasnya.

‎Kegiatan penutupan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi bagi OISCA Indonesia dalam memperkuat komitmennya mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan di tingkat lokal maupun global.

Baca Juga :  ‎Demo Berlanjut ke DPRD Kota Sukabumi, dan Berakhir Ricuh Sampai Malam Masih di Jaga Ketat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Gugatan ‘Ajaib’ Lawan Kapolda Maluku: Pembeli Emas Ditangkap, Kuasa Hukum Sodorkan 36 Bukti dan Sebut Penyidik Gagal Paham UU Minerba

Berita Terkait

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional
Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP
Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam
Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing
‎Janji Fasilitas Tak Terpenuhi, Warga Fitra Pratama Residence Tempuh Jalur Somasi
BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA
SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026
Buruh Sukabumi Datangi Disnaker, Tuntut Perhatian Soal Kesejahteraan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Jumat, 17 April 2026 - 11:25 WIB

Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP

Jumat, 17 April 2026 - 09:56 WIB

Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam

Jumat, 17 April 2026 - 09:53 WIB

Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing

Kamis, 16 April 2026 - 13:59 WIB

BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA

Kamis, 16 April 2026 - 12:52 WIB

SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026

Kamis, 16 April 2026 - 11:07 WIB

Buruh Sukabumi Datangi Disnaker, Tuntut Perhatian Soal Kesejahteraan

Rabu, 15 April 2026 - 15:52 WIB

‎Skandal Rumah Tangga Terbongkar, Suami di Sukabumi Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri ke Polisi

Berita Terbaru

Jabar Update

Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam

Jumat, 17 Apr 2026 - 09:56 WIB