JABARINSIDE.COM | BANTARAGUNG – Program budidaya ikan nila yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bantaragung terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga saat ini, ikan nila yang dibudidayakan di kolam sistem bioplok telah mencapai ukuran sekitar empat jari dengan usia pemeliharaan kurang lebih 50 hari.
Perkembangan ini menjadi indikator keberhasilan penerapan metode bioplok yang dikenal efisien dan ramah lingkungan. Dengan sistem tersebut, kualitas air tetap terjaga dan pertumbuhan ikan dapat berlangsung lebih optimal dibandingkan metode konvensional.
Sekretaris BUMDes Bantaragung, Fery, menyampaikan bahwa pertumbuhan ikan nila sejauh ini berjalan sesuai target. Selain ukuran yang sudah cukup besar untuk usia 50 hari, tingkat kelangsungan hidup ikan juga tergolong tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, perkembangan ikan nila sangat baik. Di usia 50 hari, ukuran sudah mencapai sekitar empat jari. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan produksi ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perawatan rutin, pemberian pakan yang terkontrol, serta pemantauan kualitas air secara berkala oleh tim pengelola.
Program budidaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan, BUMDes Bantaragung menargetkan hasil panen yang optimal agar dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus meningkatkan pendapatan desa.
Dengan capaian ini, budidaya ikan nila di kolam bioplok diharapkan menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan potensi desa yang berkelanjutan dan produktif.















