JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Sebuah jembatan gantung bernama Jembatan Cibugel roboh saat dilintasi warga pada Kamis pagi (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Insiden tersebut sontak membuat panik warga sekitar. Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu tiba-tiba ambruk ketika sejumlah warga tengah melintas menggunakan kendaraan untuk menuju lokasi pemilihan PAW (Pergantian Antar Waktu) desa.
Akibat kejadian itu, lima orang warga dilaporkan menjadi korban. Mereka adalah Dera (30) warga Kampung Sukasirna, Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), serta Fitri (35) warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga menuturkan, detik-detik kejadian berlangsung sangat cepat.
“Waktu itu kami mau ikut pemilihan PAW desa, tiba-tiba jembatan langsung ambruk. Kami semua kaget dan panik, apalagi ada anak kecil juga yang ikut jadi korban,” ujarnya.
Diduga, ambruknya jembatan disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh, sehingga tidak mampu menahan beban saat dilintasi beberapa orang sekaligus. Warga setempat mengaku, kondisi jembatan tersebut memang sudah lama memprihatinkan namun belum mendapatkan perbaikan.

“Sudah lama rusak dan terlihat tidak layak, tapi belum juga diperbaiki. Kami harap pemerintah segera turun tangan agar tidak ada korban lagi ke depannya,” ungkap warga lainnya.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Seluruh korban berhasil diselamatkan meski sempat terjatuh bersama kendaraan ke bawah jembatan. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, kondisi para korban dilaporkan selamat dan dalam penanganan tenaga kesehatan. Sementara itu, warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jembatan tersebut, mengingat fungsinya yang vital sebagai penghubung antar kampung.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius terkait pentingnya perawatan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan, demi menjamin keselamatan masyarakat. Informasi lebih lanjut masih menunggu perkembangan dari pihak terkait di lapangan.















