JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Menjelang keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Rakor yang berlangsung di aula Kemenhaj Cikembang, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/04/2026), dihadiri unsur pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan, Forkopimcam Cikembar, hingga pemerintah desa setempat.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, mengatakan rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk mematangkan seluruh kesiapan teknis keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan rapat persiapan keberangkatan haji dengan mengundang seluruh panitia yang telah ditetapkan oleh Pak Bupati. Karena mayoritas panitia sudah berpengalaman setiap tahun, insyaallah prosesnya akan lebih mudah dan berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, Abdul Manan mengungkapkan adanya perubahan lokasi transit dan pemberangkatan jemaah. Jika sebelumnya dipusatkan di Gedung Pusbangdai, tahun ini seluruh proses akan difokuskan di Gedung PLHUT Kementerian Haji.
“Jemaah nantinya akan ditempatkan di Gedung PLHUT lantai dua untuk proses transit sebelum keberangkatan,” katanya.
Untuk armada transportasi, panitia masih menggunakan layanan PO Nuansa Ilham dengan menyiapkan tiga unit bus, termasuk satu armada cadangan, serta satu unit truk khusus pengangkut koper dan bagasi jemaah.
“Dua bus utama digunakan untuk jemaah, satu bus cadangan, dan satu truk untuk koper. Semua sudah dipersiapkan,” jelasnya.
Abdul Manan juga mengimbau para jemaah agar tidak datang terlalu awal ke lokasi keberangkatan guna menghindari kelelahan sebelum perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
“Kami berharap jemaah datang pada Rabu sore atau malam Kamis. Jangan terlalu awal agar kondisi fisik tetap terjaga,” ucapnya.
Selain itu, pihak panitia juga akan mengatur sistem pengamanan dan parkir agar aktivitas masyarakat sekitar tidak terganggu selama proses pemberangkatan berlangsung.
Menurutnya, kualitas pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas utama meskipun jumlah jemaah tahun ini tidak terlalu banyak.
Ia menyebutkan, calon jemaah termuda tahun ini berusia sekitar 19 tahun, sementara yang tertua mencapai 89 tahun.
Menjelang keberangkatan yang tinggal menghitung hari, Abdul Manan kembali mengingatkan seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas yang dapat menguras tenaga.
“Jaga kondisi kesehatan, istirahat yang cukup, dan perhatikan makanan yang dikonsumsi. Insyaallah seminggu lagi kita akan berangkat menuju embarkasi lalu ke Kota Suci Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib. Karena itu fisik harus benar-benar siap,” pungkasnya.















