JABARINSIDE.COM | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi terus mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu berkembang secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Upaya tersebut salah satunya terlihat dalam kegiatan Musyawarah Desa laporan tahunan BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri tahun anggaran 2025 yang digelar belum lama ini.
Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi, Andriansyah Subandi mengatakan, laporan pertanggungjawaban tahunan menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola BUMDes yang sehat dan akuntabel.
Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan hasil usaha menjadi indikator bahwa pengelolaan BUMDes berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BUMDes yang rutin melaporkan kegiatan dan hasil usahanya menunjukkan adanya transparansi serta akuntabilitas. Itu menjadi salah satu ukuran bahwa pengelolaannya sehat,” ujarnya usai menghadiri Musyawarah Desa BUMDes Tenjoayu, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, penilaian terhadap BUMDes tidak hanya dilihat dari keuntungan usaha semata, melainkan juga dari aspek kelembagaan, legalitas, pengembangan unit usaha, hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Andriansyah menilai BUMDes Tenjoayu sudah memiliki fondasi yang cukup baik karena telah berbadan hukum dan mempunyai arah pengembangan usaha yang jelas. Saat ini, BUMDes tersebut mengelola beberapa unit usaha seperti jasa parkir, produksi air minum dalam kemasan (AMDK), hingga pengembangan greenhouse pertanian.
Ia menegaskan, setiap unit usaha harus memiliki perencanaan matang agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.
“Usaha harus dihitung dengan baik, mulai dari business plan sampai analisis kelayakannya. Jangan sampai dipaksakan kalau memang tidak potensial,” katanya.
Lebih lanjut, DPMD juga menekankan bahwa pembinaan terhadap BUMDes tidak dilakukan secara sektoral, melainkan melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai bidang usaha yang dijalankan.
Ke depan, pengembangan BUMDes di Kabupaten Sukabumi akan diarahkan pada program-program tematik yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan sektor peternakan, menyesuaikan dengan potensi masing-masing desa.
Sementara itu, Direktur BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, Asaf Angga Purnama mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil mencatat omzet mencapai sekitar Rp800 juta.
Dari capaian tersebut, BUMDes mampu memberikan kontribusi terhadap PADes sebesar kurang lebih Rp48 juta.
“Alhamdulillah hasil usaha tahun ini cukup positif. Meski margin keuntungan belum terlalu besar, kami tetap bisa memberikan kontribusi untuk desa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sektor jasa parkir masih menjadi penyumbang pemasukan terbesar. Sementara unit usaha AMDK yang baru berjalan beberapa bulan masih berada pada tahap pengembangan dan penguatan pasar.
Menurut Asaf, tantangan terbesar saat ini berada pada sisi operasional dan pemasaran, terutama untuk memperluas jangkauan produk AMDK agar lebih dikenal masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pengembangan greenhouse buah melon yang direncanakan segera diluncurkan. Tidak hanya itu, BUMDes juga mulai merancang usaha di bidang jasa, termasuk layanan transportasi berbasis kebutuhan masyarakat desa.
“Kami berharap keberadaan BUMDes benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan kontribusinya terhadap desa semakin meningkat,” pungkasnya.















