Kisruh SMK TTB Meluas, Puluhan Siswa Hijrah ke SMK Dwiwarna Demi Selamatkan Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Polemik yang melanda SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) semakin melebar dan memunculkan dampak serius bagi peserta didik. Tak hanya diterpa konflik internal, sekolah tersebut kini turut disorot terkait dugaan persoalan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026.

Sorotan publik menguat setelah muncul informasi mengenai pencairan dana BOS senilai Rp136 juta pada pertengahan Februari 2026. Namun, kondisi yang terjadi di lapangan disebut tidak sejalan dengan besaran bantuan yang diterima. Dugaan ketidakteraturan administrasi, mekanisme pencairan yang dipertanyakan, hingga isu adanya tekanan dalam pengambilan kebijakan menjadi perhatian berbagai pihak.

Di tengah situasi tersebut, para siswa menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan, puluhan siswa memilih pindah sekolah ke SMK Dwiwarna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMK Dwiwarna, A.H. Berlianto, membenarkan pihaknya menerima siswa pindahan dari SMK TTB dalam jumlah cukup besar. Menurutnya, sebanyak 38 siswa kelas 12 dipindahkan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengikuti tahapan akhir kelulusan.

Baca Juga :  ‎SPN Kabupaten Sukabumi Berangkat ke Bandung, Suarakan Tuntutan Buruh di Gedung Sate

“Untuk kelas 12 ada 38 siswa. Sedangkan kelas 10 dan 11, hingga 29 April tercatat ada 11 siswa yang sudah bergabung. Sisanya masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Berlianto menjelaskan perpindahan tersebut berlangsung dalam waktu singkat. Bahkan, pihak sekolah baru menerima pemberitahuan dari dinas melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 5 sekitar sepekan sebelum pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

“Kami mendapat informasi menjelang UKK. Karena ujian itu menjadi syarat kelulusan, maka kami langsung berupaya menerima dan memfasilitasi siswa,” katanya.

Kondisi mendadak membuat sebagian siswa hanya memiliki waktu terbatas mengikuti proses ujian. Meski demikian, pihak sekolah memastikan hak akademik seluruh siswa tetap dipenuhi.

“Masih bisa mengikuti ujian meskipun waktunya sangat singkat,” tambahnya.

Baca Juga :  ‎Permohonan Penangguhan Penahanan Diajukan untuk Mantan Kadis Disporapar dan TKS Kota Sukabumi

SMK Dwiwarna juga memastikan tidak ada perlakuan berbeda terhadap siswa pindahan. Setelah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), seluruh siswa memiliki status yang sama dengan peserta didik lainnya.

“Karena sudah masuk Dapodik SMK Dwiwarna, maka hak dan status mereka sama,” tegas Berlianto.

Menurutnya, proses administrasi dilakukan secara cepat untuk menghindari persoalan legalitas ijazah di kemudian hari.

“Kalau tidak segera masuk Dapodik, nanti bisa berdampak terhadap penerbitan ijazah. Itu yang kami antisipasi,” jelasnya.

Meski menerima tambahan siswa di tengah tahun ajaran, pihak sekolah memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.

“PPDB tetap berjalan normal sesuai kuota yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Tahun ini, total siswa yang dinyatakan lulus di SMK Dwiwarna mencapai 142 orang, terdiri dari 104 siswa asli sekolah tersebut dan 38 siswa pindahan dari SMK TTB.

Baca Juga :  ‎‎Ambulans Desa Salamjambe Terguling Usai Adu Keras dengan Motor di Jalan Cibolang, Cisaat

Tak hanya fokus pada kelulusan, pihak sekolah juga menyiapkan peluang kerja bagi alumni melalui kerja sama dengan perusahaan ritel nasional.

“Bulan Mei ini ada rekrutmen kerja sama dengan Indomaret. Kami ingin lulusan punya peluang kerja setelah sekolah,” ungkap Berlianto.

Ia pun berpesan agar para siswa pindahan tetap menjaga nama baik sekolah yang nantinya tercantum dalam ijazah mereka.

“Meskipun mereka bukan dari awal sekolah di sini, nanti ijazahnya tetap atas nama SMK Dwiwarna. Kami berharap mereka bisa menjaga nama baik sekolah dan melanjutkan pendidikan ataupun bekerja dengan baik,” pungkasnya.

Kasus yang menimpa SMK TTB menjadi perhatian serius karena menunjukkan bagaimana persoalan tata kelola pendidikan dapat berdampak langsung terhadap masa depan siswa. Transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan hak peserta didik dinilai menjadi hal penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Berita Terkait

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional
PKPA Kerja Sama PERADI dan Universitas Nusa Putra Resmi Ditutup, Siapkan Calon Advokat Baru
‎Wamen Dikdasmen Kunjungi SDN 1 Cibadak, Kadisdik Sukabumi Deden Supena: Jadi Motivasi Tingkatkan Mutu Pendidikan‎
‎Aturan Baru Larang Dana BOSP untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, Pemkab Sukabumi Ajukan Diskresi‎
FOMAKSI Sukabumi Gelar GEMA VI, Perkuat Sinergi dan Prestasi OSIS Madrasah Aliyah
Pemkab Sukabumi Melalui BKPSDM Buka Seleksi Terbuka  3 Jabatan Pimpina Tinggi Pratama Tahun 2026
Kajian Tafsir Jalalain Di Mesji Jami Al Hidayah Bersama Ustad Suhaepi ,SHI
Di Penghujung Tahun 2025 DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi menggelar Dzikir Akbar Untuk Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:25 WIB

Kisruh SMK TTB Meluas, Puluhan Siswa Hijrah ke SMK Dwiwarna Demi Selamatkan Pendidikan

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:17 WIB

PKPA Kerja Sama PERADI dan Universitas Nusa Putra Resmi Ditutup, Siapkan Calon Advokat Baru

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:09 WIB

‎Wamen Dikdasmen Kunjungi SDN 1 Cibadak, Kadisdik Sukabumi Deden Supena: Jadi Motivasi Tingkatkan Mutu Pendidikan‎

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:44 WIB

‎Aturan Baru Larang Dana BOSP untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, Pemkab Sukabumi Ajukan Diskresi‎

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:44 WIB

FOMAKSI Sukabumi Gelar GEMA VI, Perkuat Sinergi dan Prestasi OSIS Madrasah Aliyah

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:00 WIB

Pemkab Sukabumi Melalui BKPSDM Buka Seleksi Terbuka  3 Jabatan Pimpina Tinggi Pratama Tahun 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:14 WIB

Kajian Tafsir Jalalain Di Mesji Jami Al Hidayah Bersama Ustad Suhaepi ,SHI

Berita Terbaru

Jabar Update

DPRD Kabupaten Sukabumi Dukung Suksesnya MTQ ke-47 Tahun 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 18:01 WIB