JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Inovasi dalam pemenuhan gizi masyarakat terus dilakukan di Kecamatan Bantargadung. Kali ini, SPPG Jasa Raka menghadirkan program bantuan pangan dengan konsep yang lebih menyeluruh, yakni membagikan satu ekor ayam utuh lengkap dengan buah segar dan susu kepada para penerima manfaat.
Berbeda dari program bantuan pada umumnya, skema ini dirancang untuk memastikan kebutuhan nutrisi warga benar-benar terpenuhi, bukan sekadar bantuan simbolis. Penyaluran pun dilakukan secara terencana dengan melibatkan pihak sekolah, sehingga sasaran program lebih tepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala SPPG Jasa Raka Bantargadung, Doni Damara, menjelaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
“Penyaluran bantuan kami lakukan berdasarkan kesepakatan bersama dengan pihak sekolah. Tujuannya agar bantuan ini tidak hanya tepat sasaran, tapi juga benar-benar dibutuhkan oleh penerima,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebutkan, paket bantuan yang diberikan telah disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi. Ayam utuh dipilih sebagai sumber protein hewani, buah sebagai penyedia vitamin, sementara susu melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
Program ini juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama ibu hamil. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 679 ibu hamil masuk dalam daftar penerima, dengan beberapa di antaranya menjadi prioritas utama.
“Kebutuhan gizi ibu hamil harus benar-benar diperhatikan karena berdampak langsung pada kesehatan ibu dan perkembangan janin,” tambahnya.
Respons positif datang dari masyarakat dan lingkungan sekolah. Bantuan yang diberikan dinilai lebih bermanfaat karena langsung menyasar kebutuhan dasar kesehatan, bukan sekadar bantuan konsumtif biasa.
Lebih dari sekadar program distribusi, langkah ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam upaya menekan angka kekurangan gizi di wilayah Bantargadung.
Ke depan, SPPG Jasa Raka berencana memperluas cakupan program agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga. Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya membantu sementara, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.















