JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar bersama Pengawas Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan ke sejumlah Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU), Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses dokumentasi administrasi, observasi lapangan, dan verifikasi dalam rangka perpanjangan Izin Operasional (IJOP) bagi lembaga pendidikan diniyah di Kecamatan Cikembar.
Ketua FKDT Kecamatan Cikembar, H. Ijam Jamaludin, mengatakan kegiatan ini menjadi tahapan penting agar seluruh MDTU memiliki legalitas yang sah sehingga dapat terus menyelenggarakan pendidikan keagamaan secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Pengawas PAKIS Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi melaksanakan dokumentasi dan observasi verifikasi di kelompok madrasah wilayah Desa Sukamulya dan Desa Cimanggu. Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan secara maraton,” ujarnya.
Menurut H. Ijam, tim menargetkan seluruh proses verifikasi terhadap 60 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kecamatan Cikembar dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam hari.
Ia menegaskan bahwa izin operasional merupakan syarat yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan.
“Izin operasional adalah salah satu nyawa bagi lembaga pendidikan. Dengan izin tersebut, penyelenggaraan pendidikan memiliki dasar hukum yang jelas sehingga dapat terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Selain memenuhi aspek legalitas, perpanjangan izin operasional juga diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi lembaga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
H. Ijam mengungkapkan, secara umum kondisi MDTU di Kecamatan Cikembar cukup baik. Hampir seluruh madrasah telah memiliki gedung sendiri, bahkan terdapat beberapa sekolah formal yang memanfaatkan fasilitas milik madrasah diniyah.
“Alhamdulillah hampir semuanya sudah memiliki bangunan sendiri, tidak ada yang menumpang. Justru ada lembaga formal yang menggunakan fasilitas milik madrasah diniyah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana, terutama perangkat pendukung administrasi berbasis teknologi seperti komputer, laptop, dan printer untuk menunjang pelayanan pendidikan di era digital.
“Memang masih perlu penguatan sarana pendukung. Namun Alhamdulillah banyak guru yang memiliki perangkat pribadi sehingga sementara dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi madrasah,” jelasnya.
Di sisi lain, H. Ijam juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap para guru Madrasah Diniyah melalui bantuan yang rutin diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Walaupun nilainya tidak besar, bantuan dari Bapak Bupati Sukabumi sangat bermanfaat bagi para guru. Namun yang paling utama, para guru madrasah tetap mengabdi dengan penuh keikhlasan. Pengabdian mereka tidak semata-mata didasarkan pada faktor finansial, melainkan sebagai bentuk dedikasi dalam mencerdaskan generasi melalui pendidikan agama,” pungkasnya.















