JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia tidak pernah luntur. Meski peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus telah berlalu, warga RW 10 Kampung Kebon Jeruk, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tetap antusias memeriahkannya melalui berbagai kegiatan lomba rakyat.
Kemeriahan pesta rakyat yang digelar pada Sabtu hingga Minggu, 5–6 September 2026, tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak sekadar diwujudkan melalui seremoni pada tanggal 17 Agustus, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga ibu-ibu. Berbagai perlombaan disiapkan panitia untuk memberikan hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RW 10 Kampung Kebon Jeruk, Nandang, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah, kita telah menyelenggarakan berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Nandang.
Menurutnya, kegiatan diawali pada Sabtu malam, 5 September 2026, dengan lomba karaoke. Kemudian pada Minggu pagi, warga mengikuti lomba jalan santai tingkat RW yang diikuti 12 tim, disusul berbagai perlombaan rakyat lainnya.

“Alhamdulillah sampai sore ini kegiatan telah selesai tanpa ada kendala. Semua berjalan lancar. Untuk malam nanti puncaknya ada hiburan grup Basuki (Bodoran Sunda Kiwari) Sukabumi,” katanya.
Nandang menuturkan, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah bagi para peserta lomba. Namun, hadiah yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan panitia karena kegiatan tersebut mengandalkan kas RW dan dukungan dari sejumlah pihak.
“Hadiah tersebut sifatnya sederhana, karena kita tidak menggali potensi keuangan terlalu jauh. Kita hanya mengandalkan uang kas RW yang ada,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan perlombaan, panitia juga mengajukan proposal kepada para pengusaha maupun masyarakat yang memiliki kemampuan untuk membantu.
“Jadi kita tidak menyentuh semua warga. Untuk hal ini bukan dilihat dari hadiahnya, tapi niat kebersamaan kita, pemersatu kita di RW 10 yang mungkin bisa lebih kompak,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan warga dan menjadi penyemangat untuk kembali merayakan HUT RI pada tahun-tahun berikutnya.

Nandang menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang dinilainya sangat luar biasa. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di akhir pekan tersebut dilakukan karena sebelumnya masing-masing RT di lingkungan RW 10 juga telah menggelar berbagai kegiatan.
“Alhamdulillah masyarakat sangat support sekali. Kita sengaja merayakan di akhir ini karena selain kegiatan-kegiatan yang diadakan di tingkat RT, ruang lingkup RW 10 ini ada sembilan RT,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan di tingkat RT sebelumnya telah berlangsung pada malam Sabtu, malam Minggu, hingga malam Senin. Kondisi tersebut membuat kegiatan tingkat RW baru dapat dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan di masing-masing RT selesai.
“Jadi tidak ada ruang untuk kita adakan di hari-hari tersebut, kecuali sekarang di akhir,” pungkasnya.
Pesta rakyat tersebut pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat terus dirawat melalui kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan warga, meskipun perayaan dilaksanakan setelah momentum 17 Agustus berlalu.















