JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kegiatan Seleksi dan Evaluasi Hafidz Al-Qur’an tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026 resmi digelar di SMP Negeri 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Program tahunan yang kini memasuki tahun kelima ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus sebagai proses seleksi penerima beasiswa Hafidz Al-Qur’an dari pemerintah daerah.
Sebanyak 98 peserta dari hampir 50 SMP di Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan ini setelah lolos tahap seleksi administrasi. Mereka akan bersaing memperebutkan 30 kuota beasiswa yang disediakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan menerima beasiswa sebesar Rp5.000.000 per orang (sebelum pajak).
Kasi Kesiswaan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat SMP.
“Ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah berjalan untuk kelima kalinya dalam rangka seleksi dan evaluasi penerima beasiswa Hafidz Al-Qur’an dari Bapak Bupati,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun, terutama dari sekolah negeri. Hal ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi guru dan siswa untuk lebih giat dalam mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
“Sekolah negeri memang perlu terus dipacu, berbeda dengan sekolah berbasis boarding yang sudah terbiasa. Di sinilah peran guru sangat penting melalui pembinaan, salah satunya lewat MGMP PAI,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa potensi siswa dalam menghafal Al-Qur’an sangat besar dan terus berkembang setiap tahunnya.
Dalam pesannya kepada peserta, Devi mengingatkan agar tidak hanya berorientasi pada nilai beasiswa semata.
“Jangan terfokus pada besaran beasiswa. Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai umat muslim dapat lebih mendalami nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi wadah positif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat.















