Kabupaten Sukabumi Butuh Rp 2,2 Triliun untuk Keluar dari Krisis Infrastruktur Jalan

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi masih memprihatinkan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU), dari total 1.424 km jalan kabupaten, hanya sekitar 60,58 persen yang berada dalam kondisi baik dan sedang. Sisanya, 39,02 persen atau sekitar 555,65 km mengalami kerusakan, termasuk kategori rusak berat. Kondisi i menempatkan Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan infrastruktur jalan terburuk di Jawa Barat.

Kerusakan terparah tercatat di sejumlah wilayah, seperti Jampangtengah, Sagaranten, Jampangkulon, Palabuhanratu, Cicurug, dan Cibadak. Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, mengungkapkan bahwa penanganan ideal membutuhkan metode konstruksi beton (rigid pavement).

Baca Juga :  ‎Jembatan di Desa Sukaresmi Ambruk Diterjang Hujan Deras, Akses Warga Cisaat Terputus

“Untuk perbaikan jalan dengan metode rigid, estimasi biayanya mencapai sekitar Rp 4 miliar per kilometer. Jika seluruh jalan rusak ditangani dalam lima tahun, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,222 triliun atau sekitar Rp 550 miliar per tahun,” jelas Dede.

Dinas PU menargetkan perbaikan sekitar 150 km jalan setiap tahunnya. Selain itu, upaya mempertahankan kondisi jalan yang sudah baik juga menjadi prioritas agar umur jalan bisa mencapai standar minimal 10 tahun.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi hambatan besar. Pada tahun 2025, hanya sekitar Rp 100 miliar yang tersedia untuk semua kebutuhan infrastruktur jalan, termasuk perbaikan, pemeliharaan, dan rehabilitasi.

Baca Juga :  ‎Truk Kontainer Mogok di Depan Terminal Cibadak, Jalan Nasional Sukabumi Macet

“Pemeliharaan rutin sangat penting untuk memperpanjang usia jalan dan menghindari kerusakan lebih parah. Tapi tanpa dukungan anggaran yang memadai, target perbaikan akan sulit tercapai,” tambah Dede.

Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan perhatian lebih pada pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi.


Berita Terkait

Program BSMSS Kodim 0607 Sukabumi Bangun Jalan di Cikembar, Warga Sambut Antusias
UPZ Cikembar Capai 60 Persen Pengumpulan ZIS, Kesadaran Warga Meningkat
Terungkap! Tiket Pesawat Bodong Dijual di Facebook, 8 Korban Rugi Hampir Rp11 Juta
‎Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Non-Subsidi, Subsidi Dipastikan Tetap Prioritas
‎Kuliner Murah Meriah di Depan Stasiun Stasiun Cibadak, Warung Mang Kuy Jadi Favorit Warga‎
Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Travel Terperosok ke Jurang di Simpenan
‎Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang‎
‎Sawah Retak di Hilir, Irigasi Warungkiara Tersumbat Sampah: Petani Kertamukti Menjerit
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:49 WIB

Program BSMSS Kodim 0607 Sukabumi Bangun Jalan di Cikembar, Warga Sambut Antusias

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:46 WIB

UPZ Cikembar Capai 60 Persen Pengumpulan ZIS, Kesadaran Warga Meningkat

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Terungkap! Tiket Pesawat Bodong Dijual di Facebook, 8 Korban Rugi Hampir Rp11 Juta

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:13 WIB

‎Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Non-Subsidi, Subsidi Dipastikan Tetap Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:48 WIB

‎Kuliner Murah Meriah di Depan Stasiun Stasiun Cibadak, Warung Mang Kuy Jadi Favorit Warga‎

Senin, 30 Maret 2026 - 18:07 WIB

‎Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang‎

Senin, 30 Maret 2026 - 17:50 WIB

‎Sawah Retak di Hilir, Irigasi Warungkiara Tersumbat Sampah: Petani Kertamukti Menjerit

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:09 WIB

‎Kapolres Sukabumi: 21 Ribu Kendaraan Melintas di Hari Terakhir Operasi Ketupat, Arus Balik Terkendali‎

Berita Terbaru