Tutup IAF dan HLF-MSP, Indonesia Ubah Tantangan Jadi Peluang Atasi Ketimpangan Melalui Kolaborasi dan Inovasi

Selasa, 3 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) secara resmi ditutup hari ini di Bali. Acara yang berlangsung dengan sukses ini, berhasil memperkuat kerja sama dalam membangun kemitraan strategis menghadapi tantangan global, termasuk upaya penguatan kolaborasi lintas sektor guna mengatasi ketimpangan pendanaan pembangunan, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Bogat Widyatmoko menyatakan penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) Ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024 mendorong kolaborasi global yang inovatif.

“Dengan tema ‘Strengthening Multi-Stakeholder Partnerships for Development: Towards a Transformative Change,’ forum ini memfasilitasi seluruh stakeholder dalam menciptakan solusi inovatif dan aksi nyata, sehingga negara-negara Global South dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan,” ujar Bogat.

HLF MSP dan IAF berhasil menjadi platform yang mempertemukan pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk merancang masa depan lebih inklusif dan berkelanjutan, sesuai Bandung Spirit yang telah menjadi landasan sejak 1955.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh delegasi dari berbagai negara, organisasi internasional, dan sektor swasta

“Forum ini telah menghasilkan berbagai kesepakatan penting yang akan memperkuat hubungan antara negara-negara Afrika dan Indonesia, kata Retno.

“Indonesia Africa Forum ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships telah mencapai tujuannya untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dan menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan global,” ujar Retno Marsudi.

Indonesia berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan negara-negara Afrika dalam memperkuat hubungan bilateral dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Baca Juga :  Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Kunjungi Panen Raya Padi dan Berikan Arahan di Pondok Pesantren Modern Assalam Putri Warungkiara

Para peserta menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam menyelenggarakan forum ini dan menekankan pentingnya melanjutkan dialog serta kerja sama yang telah terjalin.

Acara ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya sebagai “bridge builder” atau jembatan penghubung antara negara-negara berkembang dan negara maju. Indonesia berhasil memfasilitasi dialog yang konstruktif dan mendorong kerja sama yang lebih erat di antara para pemangku kepentingan.

Untuk diketahui, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan investasi di sektor energi dengan nilai investasi total US$1,5 miliar pada Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali yang digelar 1—3 September 2024.

Direktur Afrika, Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Dewi Justicia Meidiwaty, menjelaskan beberapa kesepakatan yang dicapai, antara lain, penandatanganan kontrak training antara PT. Pertamina Training & Consulting (PTC) dengan Petrofound Namibia yang akan dilakukan di Integrated Drilling Training Center (IDTC), Indonesia.

Baca Juga :  Hotel Augusta Larang Wartawan Meliput? Bermodalkan 'Aturan Dewan Pers', Tabrak UU Pers

“Salah satunya adalah komitmen kerja sama antara Mozambik dengan Afrika Selatan melalui Nota Kesepahaman antara Buzi Hydrocabon Pte Ltd dan Guma Africa Group Ltd. terkait eksplorasi dan komersialisasi gas EPCC Buzi,” katanya.

Dengan berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati, diharapkan akan semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia-Afrika untuk menyongsong masa depan bersama untuk keselarasan visi Indonesia Emas 2045 dan Agenda Afrika 2063

Dengan berakhirnya IAF ke-2 dan HLF MSP, diharapkan hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika semakin erat dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian, keamanan, dan pembangunan di tingkat global. []

Berita Terkait

‎Aspirasi Sudah Diakomodir, Anarki Bukan Solusi‎
Presiden Prabowo Gandeng Ormas Islam Ajak Masyarakat Redakan Ketegangan
Tokoh Agama Serukan Kedamaian, Ajak Masyarakat Hentikan Demo Anarkis dan Jaga Persatuan Bangsa
Demo “Indonesia Cemas” Rawan Anarkis, Tuntutan Telah Terjawab Lewat Kebijakan Nyata
Ajak Nasabah Kurangi Sampah Plastik, BRI KC Rasuna Said Luncurkan Program DekorAksi BRILiaN Bertema Gerakan Merdeka Lingkungan
Penyampaian Aspirasi Dijamin UU, Tidak Perlu Dilakukan Dengan Anarkhis
Turnamen Sepak Bola Antar Kedusunan Meriahkan HUT RI ke-80 di Desa Tanjungsari
‎Ketimpangan yang Menyayat Hati: Raya Meninggal Karena Infeksi Cacing, DPR Bergaji Rp104 Juta Sebulan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 20:48 WIB

‎Aspirasi Sudah Diakomodir, Anarki Bukan Solusi‎

Minggu, 31 Agustus 2025 - 14:46 WIB

Presiden Prabowo Gandeng Ormas Islam Ajak Masyarakat Redakan Ketegangan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:15 WIB

Tokoh Agama Serukan Kedamaian, Ajak Masyarakat Hentikan Demo Anarkis dan Jaga Persatuan Bangsa

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Demo “Indonesia Cemas” Rawan Anarkis, Tuntutan Telah Terjawab Lewat Kebijakan Nyata

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:36 WIB

Ajak Nasabah Kurangi Sampah Plastik, BRI KC Rasuna Said Luncurkan Program DekorAksi BRILiaN Bertema Gerakan Merdeka Lingkungan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:39 WIB

Penyampaian Aspirasi Dijamin UU, Tidak Perlu Dilakukan Dengan Anarkhis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:14 WIB

Turnamen Sepak Bola Antar Kedusunan Meriahkan HUT RI ke-80 di Desa Tanjungsari

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:28 WIB

‎Ketimpangan yang Menyayat Hati: Raya Meninggal Karena Infeksi Cacing, DPR Bergaji Rp104 Juta Sebulan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

‎Aspirasi Sudah Diakomodir, Anarki Bukan Solusi‎

Minggu, 31 Agu 2025 - 20:48 WIB