‎Pembangunan Tol Bocimi Berdampak ke Petani di Kemandoran, Irigasi Tersumbat dan Lahan Terancam Gagal Panen

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABARINSIDE.COM | Sukabumi — Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) kembali menuai sorotan, kali ini dari para petani di wilayah Kamandoran Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Mereka mengeluhkan dampak yang timbul akibat aktivitas proyek yang menyebabkan terganggunya saluran irigasi serta rusaknya lahan pertanian.

‎Diketahui, sebagian besar lahan pertanian di dua wilayah Rukun Warga (RW 09 dan RW 10) di Desa Karang Tengah kini mengalami kesulitan air. Pasalnya, aliran irigasi yang bersumber dari Bendungan Lewibangka terputus akibat pengerjaan proyek tol yang melintasi daerah tersebut.

‎Menurut keterangan warga setempat, saluran air utama mengalami penyumbatan setelah dibongkar dan diganti dengan pipa berukuran kecil oleh pihak pelaksana proyek. Akibatnya, air tidak sampai ke lahan pertanian dan justru meluap ke jalan serta area sekitar proyek.

‎ “Air dari bendungan sebenarnya sudah dibuka, tapi di sini malah tersendat. Pipa yang dipasang terlalu kecil, jadi air tumpah ke jalan dan tidak sampai ke sawah kami,” ujar Owen, salah satu perwakilan petani Karang Tengah, Jumat (10/10/2025).

‎Lebih lanjut, Owen menyebutkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun tiga bulan. Selama periode tersebut, para petani tidak bisa menanam padi maupun palawija karena lahan mereka mengering dan rusak.

‎ “Kami tidak bisa menanam sama sekali. Lahan kami sekitar 45 hektare tidak terairi. Kami mohon kepada pemerintah, terutama Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk membantu memperbaiki saluran air dan memberikan bantuan modal agar petani bisa kembali berproduksi,” tambahnya.

Baca Juga :  ‎Warga Pantai Wisata Citeupus Desak Pemerintah Tegas ke PT Pasifik Budaya Pariwisata: “Kami Sudah Terlalu Lama Menunggu Janji!"

‎Selain berdampak pada sektor pertanian, pembangunan tol juga menyebabkan kerusakan jalan lokal akibat lalu lintas alat berat dan material proyek. Sejumlah akses warga, seperti jalan menuju Kampung Legok Pijung dan Cireundeu, menjadi sulit dilalui karena berlumpur dan licin saat hujan.

‎Warga berharap agar pihak pelaksana proyek segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan perbaikan irigasi dan penataan ulang saluran air. Mereka juga meminta agar komunikasi antara pengurus pengairan dan pihak proyek ditingkatkan agar persoalan serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Muhibah Ramadhan di Kecamatan Cidahu, Bupati Sukabumi, Momen Menebar Kebaikan

‎ “Dari dulu sudah dikasih tahu kalau saluran air ini vital untuk petani. Kami hanya ingin air bisa mengalir lagi ke sawah, supaya bisa tanam padi seperti biasa,” ujar salah seorang warga lainnya.

‎Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, proyek Tol Bocimi Seksi 3 (Cibadak–Sukabumi Barat) memang masih dalam tahap penyelesaian. Jalur ini diharapkan menjadi penghubung utama wilayah Sukabumi bagian barat dengan Bogor dan kawasan industri di sekitarnya.

‎Namun, hingga kini, sejumlah keluhan warga terkait dampak sosial dan lingkungan masih belum sepenuhnya terselesaikan. Pemerintah daerah bersama pihak kontraktor diharapkan segera melakukan langkah konkret agar manfaat pembangunan tol ini bisa dirasakan secara menyeluruh tanpa mengorbankan masyarakat sekitar.

‎

Berita Terkait

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Hari Tani Nasional ke-66, SPI Sukabumi Soroti Penguasaan Lahan Eks HGU PT Bumiloka
Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti
14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026
‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎
36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN

Sabtu, 26 September 2026 - 14:55 WIB

Hari Tani Nasional ke-66, SPI Sukabumi Soroti Penguasaan Lahan Eks HGU PT Bumiloka

Sabtu, 26 September 2026 - 07:02 WIB

Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 10:20 WIB

14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026

Kamis, 24 September 2026 - 17:18 WIB

‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIB

36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan

Rabu, 23 September 2026 - 13:49 WIB

Jadi Saksi Pernikahan Hadiyah-Akbar, Marwan Hamami Titip Pesan Soal Komunikasi Rumah Tangga

Berita Terbaru