‎Bukti Gagalnya Kinerja Pemda Sukabumi, Siswi Bunuh Diri Diduga Akibat Bullying

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM |Sukabumi – Kabupaten Sukabumi kembali berduka. Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) dikabarkan mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan sementara, korban nekat melakukan tindakan tersebut karena tidak kuat menanggung tekanan akibat perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.

‎Presidium Ideasmuda, Abdul Majid, menilai bahwa tragedi ini tidak hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga cermin gagalnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dalam menjamin sekolah sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

‎ “Kami sangat menyayangkan, lagi-lagi masyarakat Sukabumi disuguhkan dengan kabar yang menyayat hati. Seorang anak yang seharusnya dilindungi dan dijaga pertumbuhannya, justru kehilangan harapan hidup akibat lingkungan sekolah yang tidak sehat,” ujar Abdul Majid dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).

‎Ia menegaskan, peristiwa tragis ini bukan hanya persoalan individu yang menjadi korban tekanan sosial, melainkan bentuk kegagalan sistemik dari Pemda Sukabumi, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

‎Menurutnya, pemerintah daerah telah lalai dalam menjalankan amanat berbagai regulasi perlindungan anak, seperti:

‎UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,

‎Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan,

‎Permen PPPA No. 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak, dan

‎Perda Kabupaten Sukabumi No. 17 Tahun 2021 tentang Sekolah Ramah Anak.

‎ “Jika seorang murid merasa lebih aman di kematian daripada di sekolahnya, maka kita harus berani berkata bahwa ada yang sangat salah dengan sistem pendidikan di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

‎Abdul Majid menyebut, jargon “Sekolah Ramah Anak” yang selama ini digaungkan pemerintah daerah hanya sebatas slogan tanpa implementasi nyata. Padahal, konsep tersebut seharusnya menjadi komitmen kuat untuk menjamin hak-hak anak di lingkungan pendidikan.

‎Selain itu, ia juga menyoroti lemahnya perhatian terhadap kesehatan mental anak. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir lebih maksimal dalam memastikan setiap siswa mendapat perlindungan psikologis agar tidak ada lagi korban serupa.

‎ “Tragedi ini menunjukkan gagalnya kinerja Dinas Pendidikan dan DP3A Kabupaten Sukabumi. Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan kebijakan perlindungan anak, termasuk terhadap kinerja dinas terkait,” imbuhnya.

‎Abdul Majid menyerukan agar peristiwa ini menjadi titik balik reformasi pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

‎ “Tidak boleh ada lagi ruang bagi kekerasan di sekolah. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menunggu tragedi berikutnya,” pungkasnya.

‎Oleh: Abdul Majid – Presidium Ideasmuda

Baca Juga :  ‎Camat Cikembar Imbau Warga Waspada Bencana Akibat Cuaca Ekstrem‎

Berita Terkait

Ratusan Pencari Kerja Padati Kantor Desa Cimanggu, Kades Tegaskan Rekrutmen PT Hungfu Belum Dibuka
‎Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cipamuruyan, Dua Orang Jadi Tersangka
Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli
‎Terduga Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung Diamankan Polsek Parungkuda, Kasus Dilimpahkan ke Polres Bogor‎
‎Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sekitar Sumber Air Pasir Hantap, Dimakamkan di Lokasi karena Medan Ekstrem‎
Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom
‎‎Tertimpa Ember Saat Perdalam Sumur, Warga Cibadak Berhasil Dievakuasi dari Kedalaman 10 Meter
DPC PERADI Sukabumi Gelar Try Out PKPA Bersama STH Pasundan, Persiapkan Peserta Hadapi Ujian Nasional Advokat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:43 WIB

Ratusan Pencari Kerja Padati Kantor Desa Cimanggu, Kades Tegaskan Rekrutmen PT Hungfu Belum Dibuka

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:17 WIB

‎Polda Jabar Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Cipamuruyan, Dua Orang Jadi Tersangka

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:08 WIB

Tiga Calon Kepala Desa PAW Cibolang Ikuti Pembekalan Jelang Pemungutan Suara 4 Juli

Senin, 29 Juni 2026 - 22:39 WIB

‎Terduga Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung Diamankan Polsek Parungkuda, Kasus Dilimpahkan ke Polres Bogor‎

Senin, 29 Juni 2026 - 19:11 WIB

Pemdes Cimanggu dan BUMDes Berdikari Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Sakit di Kampung Cisonggom

Senin, 29 Juni 2026 - 15:46 WIB

‎‎Tertimpa Ember Saat Perdalam Sumur, Warga Cibadak Berhasil Dievakuasi dari Kedalaman 10 Meter

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

DPC PERADI Sukabumi Gelar Try Out PKPA Bersama STH Pasundan, Persiapkan Peserta Hadapi Ujian Nasional Advokat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:33 WIB

‎Warga Kecamatan Ciambar Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Unggahan Akun Media Sosial “Arka Sembunyi”‎

Berita Terbaru