JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi akibat curah hujan tinggi sejak Jumat (21/11/2025) hingga Sabtu malam (22/11/2025).
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi pada pukul 19.00 WIB, tercatat tiga kejadian bencana, masing-masing berupa kerusakan rumah dan dua titik tanah longsor.
Peristiwa pertama terjadi di Kampung Pasir Batok, RT 03 RW 02, Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar pada Jumat (21/11) pukul 13.00 WIB. Hujan deras mengakibatkan bagian dapur sebuah rumah roboh. Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 9 jiwa, masing-masing Ibu Jakiah (4 jiwa), Abdul Aziz (3 jiwa), dan Dani Kurnia (2 jiwa). Tidak ada korban dalam kejadian ini

Kejadian kedua berupa tanah longsor terjadi di Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal pada Sabtu (22/11) pukul 17.00 WIB. Longsoran dengan dimensi 15 meter panjang dan 10 meter tinggi terjadi setelah hujan deras dengan durasi panjang. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Sementara kejadian longsor lainnya terjadi di Kampung Lembah Duhur, RT 06/01, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu pada pukul 16.00 WIB di hari yang sama. Material longsor menerjang rumah milik H. Ujang, menyebabkan kerusakan berat.
BPBD menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang bersifat lokal pada malam hari.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan telah melakukan langkah koordinasi, monitoring wilayah melalui grup komunikasi P2BK kecamatan, radio pemantauan, hingga aplikasi kebencanaan seperti InaRisk dan InaWare BNPB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, tim Unit Reaksi Cepat (URC) disiagakan dengan dukungan kendaraan operasional, chainsaw, dan pompa air untuk antisipasi kondisi darurat susulan
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi peningkatan bencana hidrometeorologi seiring intensitas hujan yang masih tinggi.















