‎FGD Rumah Literasi Merah Putih: Pers, Penegak Hukum dan Masyarakat Diminta Bersinergi Jaga Iklim Investasi Sukabumi‎

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABARINSIDE.COM | CISAAT, sukabumiinside.com | Kepastian hukum, ketersediaan energi, dan arus informasi yang sehat menjadi tiga hal penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Sukabumi.

‎Hal itu mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Rumah Literasi Merah Putih bertema “Sinergi Pers, Masyarakat dan Penegak Hukum Dalam Menciptakan Kondusivitas Investasi, Ketersediaan Energi Listrik, Kemandirian Energi untuk Kemajuan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Sukabumi.”

‎Kegiatan berlangsung di The Bumee Cafe, Jalan Lingkar Selatan No. 3, RT 15/RW 04, Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026).

‎FGD tersebut menjadi wadah mempertemukan berbagai unsur untuk membahas tantangan sekaligus peluang investasi di Sukabumi, khususnya menyangkut kepastian hukum, ketersediaan listrik, kemandirian energi, pertanahan, stabilitas sosial, serta peran pers dalam membangun kepercayaan publik.

‎Peserta menilai pers, masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antarpihak diperlukan agar proses pembangunan berlangsung transparan, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Sejumlah pihak hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Kasi Intel Kejari Cibadak Rachaman, SH, MH, yang mewakili Kajari Cibadak; perwakilan GM PLN UIP JBT; perwakilan BPN Kabupaten Sukabumi; perwakilan Diskominfosan Kabupaten Sukabumi; serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, S.Sos, MM.

‎Dari unsur pers turut hadir perwakilan Ketua PWI Jawa Barat, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Ketua SMSI Sukabumi Raya, insan pers, LSM, pelaku UMKM, serta sejumlah tamu undangan.

‎Kepastian Hukum Jadi Kunci Investor

‎Kasi Intel Kejari Cibadak Rachaman, SH, MH, menegaskan bahwa kepastian hukum merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan investor.

‎“Penegak hukum hadir untuk memberikan kepastian dan rasa aman. Tanpa kepastian hukum, investor tidak akan masuk. Sinergi dengan pers dan masyarakat penting agar setiap proses pembangunan berjalan transparan dan tidak menimbulkan konflik di lapangan.”

‎Menurutnya, komunikasi dan keterbukaan antarpihak menjadi penting untuk mencegah munculnya persoalan yang berpotensi menghambat investasi.

‎Listrik Jadi Fondasi Investasi

‎Sementara itu, perwakilan GM PLN UIP JBT menyoroti pentingnya pasokan listrik yang andal dalam menopang kegiatan industri, dunia usaha, dan perekonomian masyarakat.

‎PLN disebut terus berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di Kabupaten Sukabumi.

‎“Ketersediaan energi listrik adalah fondasi utama investasi. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan di Sukabumi. Namun kami juga butuh dukungan masyarakat dan media untuk mengedukasi pentingnya efisiensi energi dan mendukung program kemandirian energi berbasis potensi lokal.”

‎Persoalan Pertanahan Tak Boleh Jadi Penghambat

‎Dari sektor pertanahan, perwakilan BPN Kabupaten Sukabumi menilai tertib administrasi pertanahan menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian bagi investor.

‎“Aspek pertanahan sering menjadi kendala investasi. BPN siap bersinergi mempercepat layanan, asalkan semua pihak patuh pada aturan. Dengan data pertanahan yang tertib, kita bisa menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kabupaten Sukabumi.”

‎Penataan data dan administrasi pertanahan dinilai dapat mengurangi potensi konflik sekaligus memberikan kepastian dalam proses investasi.

‎Kondusivitas Sosial Menjadi Modal Utama

‎Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, S.Sos, MM, menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan keamanan.

‎“Kondusivitas adalah kunci. Tugas kami menjaga stabilitas agar investasi bisa berjalan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pers, dan aparat sangat dibutuhkan agar tidak ada miskomunikasi yang menghambat pembangunan dan penyediaan energi.”

‎Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif akan memberikan rasa nyaman bagi investor sekaligus masyarakat yang berada di sekitar wilayah investasi.

‎Pers Diminta Hadir dengan Jurnalisme Konstruktif

‎Sementara itu, perwakilan Ketua PWI Jawa Barat menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab dalam mengawal pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif.

‎“Pers punya tanggung jawab moral mengawal pembangunan. Kami akan mendorong jurnalisme yang konstruktif, mengawasi kebijakan energi dan investasi, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha di Sukabumi.”

‎Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsi juga menyatakan kesiapan insan pers daerah untuk ikut mengawal pembangunan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

‎“Di tingkat daerah, pers harus hadir paling depan. Kami siap bersinergi dengan penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memastikan informasi terkait kelistrikan dan investasi sampai ke masyarakat dengan akurat, sehingga tercipta kepercayaan publik.”

‎Hal senada disampaikan Ketua SMSI Sukabumi Raya Eman Sulaeman. Menurutnya, media siber memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi secara cepat dan luas.

‎“Media siber punya jangkauan luas dan cepat. SMSI siap mendukung literasi masyarakat tentang pentingnya kemandirian energi dan investasi. Mari kita jaga agar pemberitaan tidak memprovokasi, tapi mencerdaskan dan membangun.”

‎UMKM Berharap Investasi Berdampak ke Masyarakat

‎Dari unsur LSM dan pelaku UMKM, Saeful Usman, berharap iklim investasi di Kabupaten Sukabumi semakin nyaman sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

‎“UMKM butuh listrik yang stabil dan biaya yang terjangkau agar bisa berkembang. Kami berharap hasil FGD ini benar-benar ditindaklanjuti, karena kemandirian energi akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil di Sukabumi.”

‎Tiga Kunci Investasi Sukabumi

‎Dari hasil diskusi, peserta FGD merumuskan tiga faktor utama yang perlu diperkuat untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kabupaten Sukabumi.

‎Pertama, kepastian hukum yang memberikan rasa aman kepada investor dan masyarakat.

‎Kedua, ketersediaan infrastruktur serta energi listrik yang mampu menopang aktivitas dunia usaha dan perekonomian.

‎Ketiga, informasi yang sehat, akurat, dan konstruktif melalui peran aktif media dan komunikasi publik.

‎Ketiga aspek tersebut dinilai harus berjalan beriringan agar investasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi dunia usaha, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Peserta juga mendorong agar forum lintas sektor seperti FGD tersebut dapat dilaksanakan secara rutin. Dengan demikian, berbagai persoalan investasi dan energi dapat dibahas bersama sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

‎Rumah Literasi Merah Putih berharap FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi langkah awal membangun gerakan bersama untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kemandirian energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Tindakan Tegas KLHK Segel Dua Perusahaan Limbah B3 Di Bekasi, Ketua Umum LSM Rakyat Indonesia Berdaya Beri Apresiasi

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa
‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎
OMI 2026 KKM Jampangkulon Resmi Dibuka, Kemenag Dorong Siswa Madrasah Berprestasi
Harga Beras di Sukabumi Terus Merangkak Naik, Tembus Rp380 Ribu per Karung
Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis
Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat
Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah
‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Jalan Santai HJKS ke-156 di Warungkiara, Dorong Wisata dan Ekonomi Desa

Jumat, 11 September 2026 - 09:33 WIB

‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎

Rabu, 9 September 2026 - 09:15 WIB

Harga Beras di Sukabumi Terus Merangkak Naik, Tembus Rp380 Ribu per Karung

Senin, 7 September 2026 - 16:17 WIB

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 08:31 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah

Sabtu, 5 September 2026 - 14:06 WIB

‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎

Sabtu, 5 September 2026 - 07:03 WIB

‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎

Berita Terbaru