‎Koalisi Serikat Pekerja – Partai Buruh Siap Kepung Istana Negara dan DPR RI‎

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi, 28 Agustus 2025 – Gelombang aksi besar-besaran akan kembali menggema di pusat pemerintahan. Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh menyatakan siap mengepung Istana Negara Republik Indonesia dan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025).
‎
‎Aksi ini digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai merugikan kaum buruh dan pekerja di Indonesia. Mereka datang dengan enam tuntutan utama yang akan disuarakan di hadapan pemerintah dan parlemen, yakni:

Baca Juga :  ‎Musrenbang 2026 Kecamatan Jampangtengah Fokus Prioritaskan Infrastruktur untuk RKPD 2027
Ketua SPN Budi Muliadi

1. Hapus outsourcing dan tolak upah murah.
‎2. Stop PHK dengan mendesak pembentukan Satgas PHK.
‎3. Reformasi pajak perburuhan: Naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan, hapus pajak pesangon, pajak THR, pajak JHT, serta hilangkan diskriminasi pajak bagi perempuan menikah.
‎4. Sahkan Rancangan Undang-undang Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.
‎5. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas praktik korupsi.
‎6. Revisi RUU Pemilu dengan mendesain ulang sistem Pemilu 2029.
‎
‎Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, menegaskan bahwa buruh tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan yang menekan kesejahteraan pekerja.
‎
‎ “Kami bersama Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh akan turun langsung ke Jakarta untuk menyuarakan kepentingan buruh. Pemerintah harus mendengar suara kami, karena ini bukan sekadar kepentingan kelompok, melainkan masa depan pekerja Indonesia,” tegas Budi Mulyadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
‎
‎Budi menambahkan, aksi ini akan diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah, termasuk Sukabumi. Mereka menilai, sudah saatnya negara hadir melindungi pekerja dari eksploitasi dan ketidakadilan sistem ketenagakerjaan.
‎
‎Aksi di Jakarta hari ini diprediksi akan menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah pergerakan buruh pasca-reformasi.

Baca Juga :  Bripka Luthfi Herdiansyah Kembali Bangun Fasilitas Umum di Kampung Ciwangun dengan Dana Pribadi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  APEL KESIAPAN PENGAMANAN MALAM TAKBIR DAN IDUL FITRI, WABUP" PASTIKAN KONDUSIF DAN TERKENDALI"

Berita Terkait

Dana Desa Terbatas” Musdes Cisande Tetapkan Prioritas Pembangunan untuk 2027
Diduga Hina Dan Rendahkan Propesi Wartawan ” Ketua JWI Sukabumi Raya Ambil Langkah Hukum
TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti
14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026
Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:25 WIB

Dana Desa Terbatas” Musdes Cisande Tetapkan Prioritas Pembangunan untuk 2027

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN

Minggu, 27 September 2026 - 06:54 WIB

IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran

Sabtu, 26 September 2026 - 07:02 WIB

Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 10:20 WIB

14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 17:45 WIB

‎Kades Sukamulya Buka Suara soal Polemik Tanah Desa: “Kalau Tanah Desa, Harus Ada Suratnya”‎

Berita Terbaru