JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan, komunikasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan serta kondusivitas daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Yulipri, S.T., M.T., dalam kegiatan yang dipusatkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yulipri menekankan bahwa keberadaan insan pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga negara, dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat menerima berbagai informasi dari beragam sumber. Karena itu, peran media dan wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan valid menjadi semakin penting.
“Insan pers sebagai penyambung informasi dari institusi atau lembaga kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis. Ketika informasi yang disampaikan benar, akurat dan valid, maka masyarakat akan mendapatkan informasi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Kejaksaan dan insan pers dapat terus diperkuat. Perbedaan pandangan yang selama ini muncul, kata dia, perlu dikelola melalui komunikasi yang terbuka agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
“Perbedaan-perbedaan yang selama ini muncul harus bisa kita cairkan. Jangan sampai ada kesalahpahaman atau perbedaan pendapat yang kemudian membuat salah satu pihak merasa tidak terakomodasi,” katanya.
Yulipri juga menyoroti pentingnya menjaga Kabupaten Sukabumi tetap aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi daerah menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan oleh investor sebelum menanamkan modalnya.
Ia menyebut, apabila situasi suatu daerah sering diwarnai aksi demonstrasi maupun pengerahan massa, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi investor.
“Investor melihat wilayah berdasarkan kondisi dan keamanan daerah tersebut. Mereka tentu membutuhkan kepastian dan suasana yang kondusif agar investasinya dapat berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, investasi memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran perusahaan dan industri dapat membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
Ia membandingkan kemampuan pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja melalui rekrutmen pegawai dengan perusahaan yang mendirikan pabrik.
“Pemerintah daerah mungkin bisa membuka rekrutmen pegawai sekitar seratus atau dua ratus orang. Tetapi ketika investor mendirikan pabrik, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk seribu, dua ribu, bahkan lebih. Karena itu investasi harus kita jaga dan kita sambut dengan baik,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, Yulipri mengajak insan pers untuk semakin aktif memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, media tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat berperan dalam membangun pemahaman publik mengenai berbagai program dan kebijakan pemerintah.
“Kita berharap teman-teman pers dapat lebih aktif memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat memahami berbagai informasi secara utuh dan memiliki visi yang sejalan dalam membangun daerah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi. Namun, keterbukaan tersebut perlu diikuti dengan upaya bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, menurutnya, menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan dan mengurangi sekat-sekat perbedaan.
“Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus berjalan. Dengan komunikasi yang baik, kita bersama-sama dapat menciptakan Kabupaten Sukabumi yang aman, kondusif dan semakin maju,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Kejari Kabupaten Sukabumi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, Kejaksaan dan insan pers, sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dalam menghadapi berbagai dinamika di tengah masyarakat.















