JABARINSIDE.COM | Kekecewaan mendalam dirasakan warga Kampung Pantai Wisata, RT 04/03, Desa Citeupus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terhadap pihak pengembang PT Pasifik Budaya Pariwisata (PBP). Pasalnya, hingga kini janji relokasi tempat usaha bagi warga terdampak proyek wisata belum juga terealisasi.
Ketua perwakilan warga, Herianto (46), dengan nada tegas menyatakan bahwa masyarakat merasa terlantar dan ditelantarkan.
“Kami sudah terlalu lama menunggu janji manis dari pihak pengembang. Katanya akan menyediakan tempat usaha yang layak, tapi sampai hari ini, Selasa 21 Oktober 2025, tak ada kejelasan sedikit pun,” ujar Herianto kepada Jabarinside.com.

Menurutnya, dampak sosial akibat penggusuran pada 5 Februari 2025 masih membekas kuat di hati masyarakat. Banyak warga yang kehilangan mata pencaharian dan kini hidup dalam kesulitan.
“Ada warga yang sampai kesulitan makan, sementara proyek hotel dan bangunan megah terus dikebut di Karang Naya, Desa Cikakak. Ini sangat ironis,” tambahnya.
Herianto juga menyoroti lemahnya peran pemerintah daerah yang seolah tutup mata terhadap penderitaan rakyat.
“Kami merasa tidak ada pembelaan dari pemerintah Kabupaten Sukabumi. Padahal relokasi kios itu dulu adalah cendera mata dari Bapak Bupati terdahulu, Marwan Hamami. Sekarang malah kami seperti tidak dianggap,” tegasnya.

Ia meminta Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, turun langsung memfasilitasi pertemuan antara warga dengan direktur PT PBP, Mr. Robbin, agar persoalan ini segera diselesaikan secara adil.
“Kami ingin pemerintah bersikap tegas. Jangan biarkan perusahaan asing asal Tiongkok itu semena-mena terhadap warga Indonesia. Ini bukan hanya soal tempat usaha, tapi soal hak asasi manusia,” ujarnya penuh emosi.
Warga juga menuntut agar pemerintah menghentikan sementara pembangunan proyek PT PBP sebelum perusahaan menunaikan janjinya kepada masyarakat terdampak.
“Kalau sampai diabaikan, kami siap turun ke jalan lagi memperjuangkan hak-hak kami!” tegas Herianto menutup pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















