JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi bagi calon Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tahun 2025, Selasa (11/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Cikembar ini diikuti oleh 55 calon PSM dari dua kecamatan, yaitu Cikembar dan Warungkiara.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Dayansos) Dinsos Kabupaten Sukabumi, perwakilan BNN Sukabumi, Sekretaris IPSM Kabupaten Sukabumi, Camat Cikembar, serta Ketua IPSM Kecamatan Cikembar.
Kegiatan ini bertujuan membekali para calon PSM dengan pemahaman mendalam mengenai peran, tugas, dan tanggung jawab mereka dalam membantu pemerintah menangani berbagai permasalahan kesejahteraan sosial di masyarakat.
Analis Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Eva Royandi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin Dinsos untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sosial di tingkat desa.

“Pekerja sosial masyarakat itu diusulkan langsung dari desa, minimal berusia 18 tahun, dan setiap desa idealnya memiliki satu PSM yang sudah terdaftar dalam aplikasi Elektronik Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (e-PSKS),” ujar Eva.
Ia menambahkan, keberadaan PSM sangat penting dalam mendeteksi dan menindaklanjuti berbagai permasalahan sosial sejak dini di wilayah masing-masing.
“Banyak peran yang dijalankan PSM, mulai dari membantu warga yang belum mendapatkan bantuan sosial, menangani kasus ODGJ, hingga memantau fenomena sosial seperti kecanduan gawai di kalangan remaja. Mereka adalah garda terdepan dalam deteksi dini dan pendampingan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan materi dari narasumber psikolog agar memiliki kemampuan dalam menyaring dan memverifikasi kasus-kasus sosial, terutama yang berkaitan dengan gangguan mental dan kesehatan jiwa.
Dinsos Sukabumi juga menggandeng BNN Sukabumi untuk memberikan motivasi dan pembekalan terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik bagi calon PSM sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.
“Kita ingin para pekerja sosial ini bebas dari permasalahan pribadi, terutama terkait penyalahgunaan zat atau kecanduan. Karena sebelum menangani orang lain, mereka harus sehat secara fisik dan mental,” tegas Eva.
Melalui kegiatan ini, Dinsos berharap ke depan para PSM dapat bekerja ikhlas, profesional, dan sesuai kode etik, serta menjalin sinergi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait dalam menangani masalah sosial di masyarakat.
“Harapan kami, PSM menjadi ujung tombak perubahan sosial yang tangguh dan adaptif, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui inovasi dan semangat pengabdian,” pungkas Eva.















