‎BPBD Sukabumi Laporkan Sejumlah Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem, Belasan Kecamatan Terdampak‎

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai kecamatan sepanjang Rabu–Kamis, 3–4 Desember 2025. Hujan deras berintensitas tinggi memicu longsor, banjir, serta cuaca ekstrem di sedikitnya sembilan kecamatan.
‎
‎Laporan ini disampaikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi pada Kamis malam, 4 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, kepada Bupati Sukabumi beserta jajaran Forkopimda.

‎Kalapanunggal: Longsor, Banjir, dan Rumah Ambruk
‎
‎Hujan deras pada Rabu (3/12) menyebabkan tanah longsor di Kampung Cigoong Pasir, mengancam 1 KK berisi 5 jiwa. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
‎Di lokasi berbeda, Kampung Pasirkadu, satu rumah tergenang banjir akibat air naik secara tiba-tiba.
‎Masih di wilayah Kalapanunggal, cuaca ekstrem juga mengakibatkan satu rumah ambruk di Kampung Kadudampit tanpa korban jiwa.
‎
‎Cisolok: TPT dan Tebing Longsor
‎
‎Longsor menimpa tembok pagar depan SMAN 1 Cisolok sehingga material runtuhan sempat mengganggu akses jalan provinsi. Pagar telah dibersihkan.
‎Selain itu, hujan deras menyebabkan tebing depan rumah warga di Kampung Cisarua longsor dan mengancam satu keluarga.

Baca Juga :  Damkar Sukabumi Evakuasi Korban Tertimpa Bangunan Runtuh di Nagrak

‎Gunungguruh: Banjir Genangi Dua Desa, 20 Rumah Terdampak
‎
‎Hujan intens menyebabkan luapan Sungai Ciburial dengan ketinggian air mencapai 80 cm.
‎
‎10 rumah di Desa Cikujang terdampak, 2 KK mengungsi.
‎
‎10 rumah di Desa Gunungguruh juga terendam.
‎Tidak ada laporan korban jiwa.
‎Di Kampung Neglasari, longsor tebing dan bahu jalan sepanjang 25 meter turut terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


‎
‎Nagrak: Longsor Ancam Akses Warga
‎
‎Longsor di Desa Darmareja menyebabkan dua rumah terancam dan akses gang hampir terputus, mengganggu aktivitas 4 KK.
‎Tanah longsor di Kampung Cijulang juga mengancam satu rumah warga dengan kondisi dinding dan pondasi retak.
‎
‎Cicantayan: Kebun Longsor & Gedung Sekolah Ambruk

Baca Juga :  Seleksi Hafidz Al-Qur’an SMP 2026 Digelar di SMPN 1 Cikembar, 98 Peserta Rebutkan 30 Kuota Beasiswa


‎
‎Longsor di Kampung Lemburjami menimpa empat petak sawah warga.
‎Di lokasi lain, bangunan lantai dua MTS Yaspi ambruk akibat material lapuk dan intensitas hujan tinggi. Tidak ada korban jiwa.
‎
‎Cibadak: TPT Longsor, Empat Rumah Diungsikan
‎
‎Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan kabupaten di Desa Sekarwangi longsor sepanjang 20 meter dan tinggi 6 meter.
‎Empat rumah warga terancam sehingga seluruh penghuni diungsikan ke rumah kerabat untuk mengantisipasi longsor susulan.

‎Kadudampit: Dinding Rumah Roboh
‎
‎Cuaca ekstrem mengakibatkan sebagian dinding lantai dua rumah warga di Kampung Citamiang roboh dan menimpa dua rumah lainnya. Tiga keluarga terancam namun tidak ada korban.
‎
‎Cidolog: Rumah Warga Tergerus Sungai
‎
‎Longsor di Kampung Cipogor membuat bagian belakang rumah milik Mulyadi roboh dan tergerus arus sungai. Rumah berada tepat di tepi sungai, 1 KK berisi 3 jiwa terdampak.
‎
‎Simpenan: Pohon Tumbang Tutup Jalan Kabupaten

Baca Juga :  Datangi Kejari Sukabumi, Lpi Tuntut Supermasi Hukum Ditegakan!!


‎Pohon albasia berukuran besar tumbang hingga menutup total ruas Jalan Bagbagan–Mekarasih.
‎Petugas berhasil mengevakuasi pohon pada pukul 18.30 WIB dan akses kini kembali normal.
‎
‎Cuaca di wilayah Sukabumi hujan ringan, suhu 24°C, kelembaban 88%, angin bertiup dari tenggara 3 km/jam.
‎BMKG memberikan peringatan dini potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.
‎
‎Langkah BPBD Sukabumi, BPBD melalui Pusdalops melakukan: Pemantauan kondisi wilayah melalui WAG P2BK, media sosial, dan komunikasi radio.Analisis kerawanan menggunakan InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB.
‎
‎BPBD mengimbau warga di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, pohon tumbang, dan cuaca ekstrem mengingat curah hujan masih tinggi.
‎
‎BPBD Kabupaten Sukabumi dapat dihubungi melalui:
‎Telepon: (0266) 6328238
‎WhatsApp: 082246145371
‎Website: bpbd.sukabumikab.go.id
‎

Berita Terkait

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti
14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026
‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎
36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan
Jadi Saksi Pernikahan Hadiyah-Akbar, Marwan Hamami Titip Pesan Soal Komunikasi Rumah Tangga
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN

Minggu, 27 September 2026 - 06:54 WIB

IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran

Sabtu, 26 September 2026 - 07:02 WIB

Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 10:20 WIB

14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026

Kamis, 24 September 2026 - 17:18 WIB

‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎

Kamis, 24 September 2026 - 13:23 WIB

36 Tahun Perumda Air Minum TJM, Kemandirian Perusahaan Jadi Modal Perkuat Pelayanan

Rabu, 23 September 2026 - 13:49 WIB

Jadi Saksi Pernikahan Hadiyah-Akbar, Marwan Hamami Titip Pesan Soal Komunikasi Rumah Tangga

Berita Terbaru