JABARINSIDE.COM – Bulan suci Ramadan dimaknai sebagai lebih dari sekadar ibadah ritual. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menyebut Ramadan sebagai momentum strategis untuk membangun kekuatan moral sekaligus merawat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam refleksinya, Selasa (03/03/2026), ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan diukur dari capaian materi atau kemewahan hidup, melainkan dari keteguhan memegang nilai kebenaran dan kesungguhan menjalankan amanah.
“Ramadan mengajarkan kita untuk disiplin, jujur, dan konsisten dalam kebaikan. Kebahagiaan itu lahir saat kita berani melakukan yang benar dan memberi manfaat untuk orang lain,” ungkapnya.
Menurutnya, puasa menjadi sarana efektif untuk melatih integritas diri. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan sikap, ucapan, serta memperkuat kepedulian sosial. Ia menilai nilai-nilai inilah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadan usai.

Budi juga menyoroti pentingnya mempererat silaturahmi antarwarga. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai titik temu untuk memperkuat solidaritas dan kerja bersama.
“Semangat gotong royong harus kembali menjadi kekuatan utama kita. Dengan kebersamaan, setiap persoalan bisa dihadapi dengan lebih ringan,” tambahnya.
Ia optimistis, jika nilai religiusitas dan kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan terus dijaga, maka Kabupaten Sukabumi akan semakin harmonis dan sejahtera. Menurutnya, cita-cita mewujudkan daerah yang Mubarakah hanya bisa dicapai melalui komitmen moral yang kuat dan kepedulian kolektif.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk menata hati, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian. Jika itu kita lakukan bersama, insyaallah Sukabumi akan semakin maju dan penuh keberkahan,” pungkasnya.















