JABARINSIDE.COM |SUKABUMI – Seorang warga Kampung Mandaeling, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan hilang setelah berpamitan untuk bekerja. Korban diketahui bernama Udin (56), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh penyadap karet di Perkebunan Nusantara 8.
Berdasarkan keterangan keluarga, Udin berangkat dari rumah pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB dengan tujuan tempat kerjanya seperti biasa. Namun hingga Senin (9/3/2026), yang bersangkutan belum kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
Istri korban, Mimin, mengungkapkan bahwa suaminya pamit bekerja seperti rutinitas harian, namun hingga saat ini belum pulang.

“Suami saya berpamitan kerja kemarin hari Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Sampai sekarang belum pulang, padahal keluarga dan warga sudah berusaha mencari,” ujar Mimin, Senin (9/3/2026).
Kekhawatiran keluarga muncul karena Udin tidak kunjung pulang hingga malam hari. Pihak keluarga telah mencoba mencari ke lokasi kerja dan menanyakan kepada rekan-rekan korban, namun belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan pihak pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan keluarga dan warga untuk membantu proses pencarian.
Menurut Lenni, warga sempat melakukan pencarian hingga dini hari, namun belum menemukan petunjuk keberadaan korban.

“Semalaman masyarakat sudah melakukan pencarian, tetapi belum ada petunjuk. Terakhir ada warga yang melihat beliau, namun hanya dari belakang dan tidak sempat berkomunikasi,” jelas Lenni.
Dari hasil komunikasi dengan keluarga, lanjut Lenni, tidak ditemukan adanya persoalan besar dalam keluarga. Namun diduga korban tengah menghadapi tekanan pikiran terkait kondisi ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia menjelaskan, korban sempat mengeluhkan penghasilan yang berkurang akibat seringnya hujan sehingga aktivitas kerja sebagai penyadap karet tidak maksimal.
Selain itu, korban juga memiliki harapan untuk segera menerima dana SHT (Santunan Hari Tua) dari perusahaan perkebunan tempatnya bekerja setelah pensiun sekitar satu tahun lalu.
“Kemungkinan beliau banyak pikiran, terutama soal kebutuhan menjelang Lebaran seperti zakat fitrah, baju Lebaran, dan kebutuhan lainnya. Harapannya juga ingin segera menerima dana SHT untuk membangun rumah,” tambahnya.
Lenni juga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Karena kondisi kesehatannya tersebut, Udin biasanya hanya bekerja hingga sekitar pukul 11.00 atau 12.00 siang sebelum beristirahat.
“Belakangan beliau sering mengeluhkan sakit di bagian dada. Mungkin juga ada rasa kesal karena penyakitnya tidak kunjung sembuh,” ujarnya.
Pencarian terhadap korban hingga kini masih terus dilakukan oleh keluarga, warga, serta aparat setempat dengan menyisir sejumlah lokasi, termasuk area kebun, jalan-jalan sekitar, hingga tempat-tempat kosong di wilayah tersebut.
“Kami berharap Pak Udin bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat. Mudah-mudahan ada kabar baik dan beliau bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” pungkas Lenni.
Saat ini, masyarakat setempat masih terus berupaya melakukan pencarian dan berharap keberadaan korban segera diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















