JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, resmi menuntaskan rangkaian safari sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tingkat desa. Kegiatan terakhir digelar di Aula Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, pada Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi potensi zakat di wilayah Jampangtengah sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait tata kelola serta manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kesejahteraan umat di tingkat lokal.
Acara tersebut dihadiri Camat Jampangtengah, Ketua UPZ Kecamatan, Ketua MUI, Ketua DMI, Kepala Desa Tanjungsari, pengurus UPZ desa, pengurus DKM masjid, serta tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua UPZ Kecamatan Jampangtengah, H. Abdurahman, menyampaikan bahwa Desa Tanjungsari menjadi salah satu desa dengan capaian terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayahnya.
“Alhamdulillah masyarakat, UPZ, dan DKM bisa hadir dan menyaksikan kesuksesan Desa Tanjungsari. Tahun lalu desa ini mampu mencapai 96 persen pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ini merupakan capaian yang sangat baik di Kecamatan Jampangtengah,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadikan Desa Tanjungsari sebagai salah satu penopang keberhasilan pengelolaan ZIS di tingkat kecamatan.
“Tanjungsari ini juga menjadi lumbung keberhasilan UPZ Kecamatan Jampangtengah karena menyumbang hingga 96 persen keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan penguatan pengelolaan zakat akan semakin ditingkatkan melalui pembentukan UPZ di setiap DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pengumpulan zakat hingga ke tingkat lingkungan masjid.
“Ke depan UPZ di tingkat DKM diharapkan dapat menjadi semacam baitul mal bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid. Dengan lebih mengerucut ke tingkat bawah, masyarakat akan lebih mudah menyalurkan zakatnya dan pengelolaannya pun menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Melalui sistem tersebut, sekitar 70 hingga 80 persen dana zakat dapat dikelola langsung oleh UPZ di tingkat DKM untuk kepentingan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Selain itu, pihaknya menargetkan capaian pengelolaan ZIS di Kecamatan Jampangtengah dapat meningkat menjadi 80 persen, dari capaian sebelumnya yang berada di angka 76 persen.
“Selama ini masyarakat sebenarnya sudah membayar zakat, terutama zakat fitrah. Tantangannya lebih kepada pencatatan dan pengelolaannya. Namun sekarang sudah ada pelatihan pengelolaan zakat sehingga ke depan diharapkan akan lebih baik lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Jampangtengah Chairul Ikhwan mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Muhibah Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di seluruh desa di wilayahnya.
“Hari ini kami bersama tim Muhibah Ramadan sekaligus melakukan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga semangat para pengurus UPZ di tingkat desa dalam mengelola ZIS di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Muhibah Ramadan tahun ini telah dilaksanakan di 11 desa di Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Tanjungsari menjadi lokasi terakhir.
Chairul juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta lembaga keagamaan dalam mendukung pengelolaan zakat.
“Alhamdulillah sinergi antara kecamatan dan desa sangat solid. Mudah-mudahan ini menjadi penunjang agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Jampangtengah tetap baik bahkan semakin meningkat ke depan,” katanya.
Ia berharap komunikasi antara pengurus UPZ desa, DKM masjid, serta berbagai lembaga keagamaan dapat terus terjaga sehingga pengelolaan ZIS semakin optimal dan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat.















