JABARINSIDE.COM | Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB rupanya tak berlangsung mulus. Di balik keputusan tersebut, tersimpan fakta menarik bahwa Susi sempat menolak tawaran yang diajukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Namun, pendekatan intens yang dilakukan Dedi Mulyadi akhirnya mampu mengubah pendirian Susi. Ia pun menerima amanah tersebut dan mengaku merasa “terpanggil” untuk turut berkontribusi dalam membenahi bank pembangunan daerah milik Jawa Barat itu.
Dedi menegaskan, pilihannya terhadap Susi bukan tanpa alasan. Sosok Susi dinilai memiliki integritas tinggi, karakter tegas, serta keberanian dalam mengambil keputusan—kualitas yang dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bank BJB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, dalam pernyataannya, Dedi sempat menyebut Susi sebagai “Ratu Laut Kidul” yang ganas. Meski bernuansa gurauan, ungkapan tersebut mencerminkan harapan besar terhadap gaya kepemimpinan Susi yang dikenal berani dan tanpa kompromi.
Di sisi lain, restrukturisasi juga terjadi di jajaran direksi. Ayi Surbana resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama, mengisi posisi yang sebelumnya kosong. Kehadiran manajemen baru ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi kinerja Bank BJB ke depan.
Kini publik menaruh harapan besar pada duet Dedi Mulyadi dan Susi Pudjiastuti. Mampukah keduanya membawa Bank BJB menjadi institusi keuangan yang lebih kuat, transparan, dan berpihak pada masyarakat? Waktu yang akan menjawab.
sumber Subang info















