JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Kerusakan parah terjadi di ruas jalan Karangtengah–Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang diduga kuat akibat tingginya aktivitas kendaraan proyek pembangunan Tol Bocimi Seksi 3. Kondisi jalan kini dipenuhi lubang besar, retakan memanjang, hingga bagian jalan yang mulai ambles dan membahayakan pengendara.
Pantauan warga, setiap hari truk-truk pengangkut material proyek tol melintasi jalur tersebut dengan intensitas tinggi. Tidak sedikit kendaraan berat yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga mempercepat kerusakan badan jalan kabupaten yang sebenarnya tidak dirancang untuk dilalui kendaraan bertonase besar secara terus-menerus.
Akibatnya, pengguna jalan terutama pengendara roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas. Warga setempat mengaku sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat pengendara terjebak lubang atau kehilangan kendali saat menghindari kerusakan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang tertutup genangan air, pengendara sering kaget,” ujar salah seorang warga sekitar.
Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang meminta adanya penanganan cepat sebelum kerusakan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Dudu Wahyudi, membenarkan bahwa sejumlah ruas jalan terdampak aktivitas proyek Tol Bocimi. Menurutnya, pihak pengelola proyek telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pemeliharaan jalan sementara.
“Pengelola tol memiliki komitmen untuk melakukan pemeliharaan rutin, seperti tambal sulam aspal maupun perbaikan beton di titik-titik yang rusak,” ujarnya, Rabu (29/04/2026).
Meski demikian, Dudu menjelaskan bahwa perbaikan total baru akan dilakukan setelah pembangunan tol selesai dikerjakan. Ia juga menegaskan bahwa kerusakan jalan akibat aktivitas proyek merupakan tanggung jawab pihak pelaksana pembangunan Tol Bocimi.
Hal tersebut, kata dia, telah tertuang dalam perjanjian resmi antara pemerintah daerah dengan pihak proyek, termasuk kewajiban memperbaiki seluruh ruas jalan terdampak setelah pekerjaan rampung.
Namun di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, masyarakat berharap ada langkah nyata dan cepat untuk menjamin keselamatan pengguna jalan setiap hari. Warga menilai, penanganan sementara yang dilakukan saat ini belum cukup mengatasi kerusakan yang terus bertambah akibat lalu lalang kendaraan berat proyek.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, persoalan jalan rusak bukan lagi sekadar masalah infrastruktur, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.















