JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Kasus dugaan penipuan pengisian BBM jenis solar subsidi di SPBU Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai. Perselisihan antara konsumen dan operator SPBU diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Gunungguruh, Jumat malam (29/5/2026).
Kedua pihak yang terlibat, yakni pemilik akun Facebook “Shania Juliansah” bernama Nursania Findi Widiawati (29) dan operator SPBU Budiansyah (48), sepakat mengakhiri persoalan tanpa melanjutkan ke ranah hukum.
Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan publik setelah muncul dugaan adanya selisih nominal pembayaran BBM solar subsidi. Perbedaan angka antara klaim petugas sebesar Rp357.000 dengan notifikasi digital aplikasi MyPertamina sebesar Rp252.280 memicu tudingan penipuan dan menuai reaksi luas di dunia maya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa perbedaan tersebut bukan disebabkan oleh unsur kesengajaan atau praktik kecurangan. Ketidaksesuaian nominal terjadi akibat faktor teknis di lapangan, yakni pantulan cahaya (glare) pada layar dispenser yang membuat operator salah membaca angka.
Dalam proses mediasi di Polsek Gunungguruh, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan bersama bermeterai sebagai bentuk kesepakatan damai. Adapun isi kesepakatan tersebut meliputi saling memaafkan atas kesalahpahaman, komitmen konsumen untuk membuat klarifikasi di media sosial guna memulihkan nama baik operator, serta kesepakatan untuk tidak saling menuntut di kemudian hari.
Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk tidak menanggapi pihak ketiga yang berpotensi memperkeruh situasi.
Penyelesaian damai ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Pentingnya melakukan verifikasi atau tabayun sebelum menyimpulkan dan menyebarkan tudingan dinilai menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman yang merugikan pihak lain.
Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa tidak semua kejadian viral mencerminkan fakta yang sebenarnya di lapangan, sehingga kehati-hatian dalam bermedia sosial sangat diperlukan.















