Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Paguyuban Batu Hijau Cikembar bersama para pelaku usaha batu hijau menunjukkan komitmennya dalam merespons persoalan lingkungan yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan yakni membangun satu titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kampung Kramat, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Batu Hijau Cikembar, H. Oni, usai mengikuti rapat koordinasi dan pembinaan yang digelar Pemerintah Kecamatan Cikembar bersama puluhan pelaku usaha pemotongan batu hijau di Aula Kantor Desa Bojong, Jumat (24/7/2026).

H. Oni mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab para pelaku usaha terhadap masyarakat yang sempat terdampak kondisi air sungai yang keruh.

“Alhamdulillah dari pihak pengusaha sudah ada tanggapan. Ada penanganan yang dilakukan, seperti memperbaiki kolam-kolam penampungan dan ke depan juga akan dibuatkan sumur bor agar masyarakat tetap memiliki sumber air bersih ketika air sungai keruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor tahap pertama akan diprioritaskan di Kampung Kramat yang sebelumnya menjadi sorotan akibat kualitas air sungai.

“Untuk tahap pertama dibangun satu titik dulu di Kampung Kramat. Insyaallah dalam waktu dekat, bulan-bulan ini juga, pembangunan sudah mulai dilaksanakan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan sumur bor diharapkan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat apabila kondisi air sungai kembali menurun.

“Kalau nanti air sungainya keruh lagi, masyarakat bisa menggunakan air dari sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Terkait dugaan pencemaran sungai, H. Oni mengakui adanya indikasi limbah yang masuk ke aliran sungai. Namun, ia belum dapat memastikan sumber limbah tersebut.

Baca Juga :  Camp Religi Internasional Resmi Digelar di Sukabumi, 2.000 Pemuda dari 12 Negara Siap Perkuat Ukhuwah dan Kepemimpinan

“Kalau ditanya perusahaan mana, saya tidak bisa memastikan. Yang jelas memang ada indikasi limbah. Mungkin tidak ada yang mengaku, tetapi faktanya ada. Kemungkinan berasal dari aktivitas usaha yang berada di bagian hulu sehingga dampaknya terasa di wilayah hilir,” jelasnya.

Menurut H. Oni, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bersama-sama dan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Ia menyebut, setelah persoalan ini menjadi perhatian publik, para pelaku usaha mulai melakukan berbagai pembenahan terhadap fasilitas pengelolaan limbah, termasuk memperbaiki kolam penampungan agar tidak lagi mencemari lingkungan.

“Kami tentu mendukung setiap langkah pemerintah. Harapannya semua pelaku usaha bisa lebih disiplin dalam mengelola limbah sehingga tidak berdampak kepada masyarakat maupun lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga :  POLDA GORONTALO TUNTASKAN KASUS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI POHUWATO

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan tersebut merupakan bagian dari tugas pemerintah dalam melakukan edukasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap seluruh pelaku usaha yang beroperasi di wilayah Kecamatan Cikembar.

“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan salah satu program kami. Bukan semata-mata karena persoalan ini menjadi viral, tetapi memang sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Kecamatan Cikembar untuk memberikan pembinaan kepada seluruh pelaku usaha agar menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Lenni.

Ia berharap, melalui pembinaan tersebut terjalin sinergi yang lebih baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga aktivitas usaha dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta kenyamanan warga di sekitar lokasi usaha.

Berita Terkait

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis
Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat
Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah
‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎
‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎
BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN
Situ Halimun Warungkiara Diproyeksikan Jadi Buper Skala Kabupaten, Tampung 10.000 Siswa
Pengurus Kwaran Gerakan Pramuka Cikembar Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:17 WIB

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 08:31 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah

Sabtu, 5 September 2026 - 07:03 WIB

‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎

Kamis, 3 September 2026 - 13:48 WIB

BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN

Kamis, 3 September 2026 - 10:43 WIB

Situ Halimun Warungkiara Diproyeksikan Jadi Buper Skala Kabupaten, Tampung 10.000 Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 19:04 WIB

Pengurus Kwaran Gerakan Pramuka Cikembar Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik

Rabu, 2 September 2026 - 15:04 WIB

Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81, PWI Kabupaten Sukabumi Ajak Korps Adhyaksa Terus Perkuat Integritas dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru