JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Gantung Leuwi Dinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut yang bersinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana.
Jembatan Leuwi Dinding memiliki peran vital sebagai penghubung akses antardesa sekaligus menunjang mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan dan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Leuwi Dinding bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi bagian penting dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
“Atas nama TNI Angkatan Laut, saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi untuk mewujudkan kegiatan yang membanggakan ini,” ujar Edwin.

Menurutnya, Jembatan Leuwi Dinding memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu penghubung wilayah yang aksesnya terganggu setelah jembatan sebelumnya terputus akibat banjir Sungai Cimandiri pada akhir Desember 2025.
“Jembatan Leuwi Dinding bukan hanya bangunan fisik. Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Putusnya akses tersebut berdampak terhadap mobilitas dan konektivitas masyarakat di wilayah Jampangtengah, Gunungguruh hingga Cikembar. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas perekonomian, pendidikan, pelayanan sosial serta hubungan antarwarga.
Jembatan gantung yang akan dibangun kembali memiliki panjang kurang lebih 89 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas sekaligus mengakhiri keterisolasian masyarakat di wilayah sekitar.
“Jembatan ini harus menjadi media utama bagi anak-anak menuju sekolah, bagi masyarakat menuju pelayanan kesehatan, bagi petani dan pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, serta bagi seluruh warga untuk menata kembali harapan dan masa depannya,” kata Edwin.

Ia menegaskan, pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Menurut Edwin, kekuatan pertahanan tidak hanya dibangun melalui alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan prajurit yang profesional, tetapi juga melalui masyarakat yang kuat, daerah yang saling terhubung serta semangat kebersamaan yang kokoh.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasal turut menyampaikan apresiasi kepada PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan CT Arsa Foundation atas dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dalam pembangunan kembali Jembatan Leuwi Dinding.
Edwin menilai dukungan dunia usaha tersebut merupakan contoh nyata kolaborasi dalam memperkuat pembangunan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini mencerminkan bentuk kolaborasi dan contoh nyata peran dunia usaha dalam memperkuat pembangunan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan, Edwin menekankan empat hal penting.
Pertama, mengutamakan kualitas, keselamatan dan ketepatan waktu. Pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis dan keselamatan agar kokoh, aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektoral. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, unsur pelaksana dan masyarakat diminta terus menjaga sinergi agar seluruh tahapan pembangunan berjalan tertib dan lancar.
Ketiga, melibatkan masyarakat secara aktif. Masyarakat diharapkan turut menjaga situasi tetap kondusif, membantu pengawasan sosial selama proses pembangunan serta ikut memelihara jembatan setelah selesai dibangun.
Keempat, memperhatikan kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Mengingat lokasi jembatan berada di kawasan sungai yang pernah terdampak banjir, aspek lingkungan, tata air dan mitigasi risiko bencana harus menjadi perhatian utama.
Pada kesempatan itu, Edwin juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-156 kepada Kabupaten Sukabumi. Ia berharap Kabupaten Sukabumi semakin maju dalam bidang perekonomian dan pembangunan serta masyarakatnya semakin sejahtera.
Groundbreaking pembangunan Jembatan Leuwi Dinding tersebut turut dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Angkatan Laut dan HUT ke-156 Kabupaten Sukabumi tahun 2026.
(Red)















