JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tetap berupaya merealisasikan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah meski anggaran Dana Desa tahap II tahun 2026 mengalami keterbatasan.
Kepala Desa Sukamaju, Diran Bachari, mengatakan pembangunan yang direalisasikan pada tahap II merupakan hasil pembahasan dan musyawarah bersama masyarakat, mulai dari tingkat kedusunan hingga musyawarah desa.
“Pembangunan yang sekarang sudah terealisasi. Kita bagi di beberapa wilayah kedusunan sesuai dengan hasil musyawarah,” ungkap Diran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi anggaran tahun 2026 berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran pembangunan dalam jumlah lebih besar, tahun ini program harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa.
“Kalau terkait pembangunan yang sudah terlaksana melalui Dana Desa itu di tahap II. Untuk tahap I belum ada. Walaupun secara nominal sangat tidak besar, minim sekali, tetapi pemerintah desa dengan memanfaatkan dana sekecil itu tetap bisa membangun,” ujarnya.
Diran menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemdes Sukamaju dapat mengalokasikan sekitar Rp408 juta untuk pembangunan infrastruktur, khususnya jalan cor.
Namun, pada tahun 2026 setelah adanya penyesuaian atau pemangkasan anggaran, alokasi untuk pembangunan fisik hanya sekitar Rp107.010.000.
“Karena ada pemangkasan anggaran kurang lebih 70 persen, jadi kami hanya bisa mengalokasikan untuk pembangunan fisik itu sekitar Rp107.010.000,” jelasnya.
Dibagi ke Lima Kedusunan
Meski anggaran terbatas, Pemdes Sukamaju tetap berusaha melakukan pemerataan pembangunan di lima kedusunan. Berdasarkan hasil musyawarah kedusunan dan musyawarah desa, anggaran tersebut dibagi ke sejumlah titik sesuai kebutuhan masyarakat.
Masing-masing wilayah memperoleh alokasi yang relatif hampir sama, yakni sekitar Rp20 juta hingga Rp21 juta.
Di Kampung Muara Cikembang, pembangunan diarahkan untuk pekerjaan jalan lingkungan sepanjang sekitar 175 meter.
Kemudian di wilayah Tegal Panjang, pemerintah desa mengalokasikan pembangunan rabat beton sepanjang sekitar 150 meter.
Sementara di Kedusunan Cihonje, pembangunan dibagi menjadi dua titik. Salah satunya berupa pembangunan parit atau tembok penahan tanah (TPT), sedangkan titik lainnya direncanakan melalui kerja sama dengan perusahaan.
“Untuk di Kedusunan Cihonje dibagi dua titik. Titik pertama pembangunan parit atau TPT, kemudian untuk titik kedua akan dikerjasamakan dengan perusahaan,” terangnya.
Selanjutnya, pembangunan di Kedusunan Sukamaju diarahkan untuk kebutuhan penerangan lingkungan. Namun, program tersebut masih dalam tahap penghitungan dan belum direalisasikan.
“Untuk di Kedusunan Sukamaju untuk penerangan. Tetapi belum terealisasi, masih dihitung-hitung dulu dengan pelaksananya,” kata Diran.
Sedangkan pembangunan di Kedusunan Cisalak berupa pekerjaan TPT.
Diran mengatakan pembagian tersebut dilakukan agar anggaran yang terbatas tetap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di lima kedusunan.
Utamakan Masyarakat Setempat
Selain pembangunan fisik, Pemdes Sukamaju juga melibatkan masyarakat dalam proses pelaksanaan pekerjaan melalui pola Padat Karya Tunai (PKT).
Diran mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut bergotong royong membantu pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.
“Untuk masyarakat, alhamdulillah gotong royongnya. Yang paling penting membantu. Karena ini namanya PKT atau Padat Karya Tunai, jadi pekerjaan lebih difokuskan kepada masyarakat setempat,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga melalui keterlibatan mereka dalam proses pekerjaan.
Minta Masyarakat Rawat Hasil Pembangunan
Diran menyadari masyarakat memiliki harapan besar agar pembangunan infrastruktur di Desa Sukamaju dapat dilakukan lebih banyak dan dalam skala yang lebih besar.
Namun, dengan kondisi anggaran desa saat ini, pemerintah desa harus menentukan skala prioritas dan melaksanakan pembangunan secara bertahap.
Ia pun meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat berbagai hasil pembangunan yang telah direalisasikan.
“Harapan saya kepada masyarakat lebih menjaga, lebih kepada tahap perawatan. Karena kalau ingin membangun dari satu kampung ke satu kampung, mungkin untuk saat ini harus menunggu beberapa tahun,” ungkapnya.
Menurut Diran, perawatan menjadi penting karena keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa tidak dapat membangun seluruh wilayah secara bersamaan.
Ia berharap masyarakat memahami kondisi tersebut dan bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kalau masyarakat bisa menjaga dan merawat, hasil pembangunan yang sudah ada bisa lebih lama manfaatnya,” pungkasnya.
Pemdes Sukamaju memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan desa dengan mengedepankan hasil musyawarah, skala prioritas, serta pemerataan pembangunan di lima kedusunan.















