JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus menggali potensi wilayahnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian utama pemerintah desa adalah pertanian.
Dengan dukungan lahan pertanian yang cukup luas dan kondisi alam yang mendukung, Bojongkerta dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu kawasan agrikultur yang mampu menopang perekonomian masyarakat.
Potensi tersebut salah satunya terlihat di Kampung Ciseureuh. Di kawasan ini, hamparan lahan persawahan membentang cukup luas dan berpeluang dikembangkan sebagai salah satu sumber produksi pangan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Potensi pertanian juga tersebar di sejumlah wilayah lainnya, seperti Kampung Mangga Dua, Sindangkerta hingga Cimuncang. Masyarakat setempat tidak hanya mengandalkan tanaman padi, tetapi juga mengembangkan sejumlah komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi.
Kepala Desa Bojongkerta, Uus Suhendar, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah desa dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Menurutnya, salah satu persoalan yang masih perlu mendapatkan perhatian adalah ketersediaan dan kondisi jaringan irigasi. Sebab, keberadaan irigasi sangat menentukan produktivitas lahan pertanian, terutama saat kebutuhan air meningkat.
“Kami memiliki sawah yang luas, namun saluran irigasi masih menjadi tantangan. Pemerintah desa terus berupaya mencari solusi bersama pihak terkait agar hasil pertanian bisa maksimal,” ujar Uus Suhendar, Kamis (1/10/2026).
Selain padi, sejumlah komoditas seperti pisang, singkong atau ubi kayu, serta ubi jalar juga menjadi bagian dari aktivitas pertanian warga. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara lebih serius.
Pemerintah Desa Bojongkerta pun mulai melihat peluang pengembangan pertanian tidak sebatas produksi secara konvensional. Ke depan, sektor tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui pengelolaan yang lebih modern, termasuk membuka peluang investasi desa dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan mata rantai ekonomi baru, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian.
Namun, untuk mewujudkan target tersebut, dukungan terhadap infrastruktur pertanian masih menjadi salah satu kebutuhan penting. Perbaikan maupun peningkatan jaringan irigasi dinilai dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca.
Pemerintah desa berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus diperkuat sehingga berbagai potensi pertanian yang dimiliki Bojongkerta dapat dikembangkan secara optimal.
Dengan pengelolaan yang terarah, dukungan infrastruktur dan penerapan teknologi pertanian, Desa Bojongkerta menargetkan sektor agrikultur tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian warga, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa.
(Redaksi)















