LSM Rakyat Indonesi Berdaya Desak Kejati Jabar, Untuk Segera Usut Kasus Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Bekasi

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Bekasi-Ketua Umum LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB), Hitler Situmorang, mendesak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang sedang menangani kasus tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera mentersangkakan dalang kasus tunjangan perumahan tersebut, dengan modus revisi Perbup sehingga terindikasi merugikan keuangan daerah hingga puluhan miliar rupiah.

Selama ini, yang digunakan untuk membayar tunjangan perumahan DPRD adalah Perbup Nomor 63 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Pada Pasal 17, besaran tunjangan perumahan bagi Ketua DPRD hanya sebesar Rp24.000.000/bulan, Wakil Ketua DPRD sebesar Rp23.500.000/bulan, dan Anggota DPRD sebesar Rp22.500.000/bulan.

Namun, Perbup Nomor 63 Tahun 2019 tersebut direvisi pada tanggal 22 Juni 2022 dengan Perbup Bekasi Nomor 196 Tahun 2022. Besaran tunjangan perumahan membengkak hingga dua kali lipat, yaitu untuk Ketua DPRD sebesar Rp42.800.000/bulan, Wakil Ketua DPRD sebesar Rp42.300.000/bulan, dan Anggota DPRD sebesar Rp41.800.000/bulan. Dari sinilah bermula munculnya permasalahan, bahkan menjadi temuan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Demikian disampaikan Ketua Umum Rakyat Indonesia Berdaya, Hitler Situmorang, kepada Deltanews pada Senin (21/6/2025).

Menurut Hitler, akibat besaran tunjangan perumahan DPRD yang membengkak hingga dua kali lipat, BPK melakukan survei harga pasar sewa rumah yang pantas untuk wilayah Kabupaten Bekasi. Maka, BPK memperoleh harga sewa perumahan yang pantas untuk Ketua DPRD sebesar Rp22,9 juta hingga Rp29,1 juta/bulan, Wakil Ketua DPRD sebesar Rp20,8 juta/bulan, dan Anggota DPRD sebesar Rp15,9 juta/bulan.

Melihat hal tersebut, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat mengeluarkan rekomendasi agar Bupati Bekasi segera merevisi kembali Perbup Nomor 196 Tahun 2022 tersebut dalam kurun waktu 60 hari. Namun, Perbup Nomor 196 Tahun 2022 tidak kunjung direvisi, sehingga pada tahun 2023 keluarlah Hasil Pantauan Tindak Lanjut Pemeriksaan Tahun Sebelumnya dari BPK, yang kembali menekankan agar merevisi Perbup Nomor 196 Tahun 2022, tandasnya.

Baca Juga :  Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Sukabumi Diamankan Polisi

Dikatakannya, Perbup Nomor 196 Tahun 2022 tersebut baru direvisi pada tanggal 1 April 2024. Namun, dalam revisi Perbup 196 Tahun 2022 menjadi Perbup Nomor 11 Tahun 2024, pada Pasal 17, besaran tunjangan perumahan DPRD hanya mengalami selisih tipis, yaitu: Ketua DPRD sebesar Rp41.700.000/bulan, Wakil Ketua DPRD sebesar Rp40.200.000/bulan, dan Anggota DPRD sebesar Rp36.100.000/bulan. Ketentuan ini berlaku hingga saat ini.

Hal tersebut mengakibatkan besaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD membebani keuangan pemerintah daerah. Hal ini terjadi karena Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran, dalam mengusulkan besaran tunjangan perumahan bagi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRD, tidak memperhatikan harga pasaran sewa rumah dengan luasan sesuai standar yang berlaku, katanya.

Baca Juga :  Mobil Terbalik di Exit Tol Parungkuda, Diduga Hilang Kendali Saat Keluar Tol

“Maka itu, saya selaku Ketua Umum Rakyat Indonesia Berdaya mendesak agar Kejaksaan Tinggi Jawa Barat segera mentersangkakan oknum-oknum yang terlibat dalam modus revisi Perbup Bekasi yang diduga telah merugikan keuangan daerah hingga puluhan miliar rupiah,” tegas Hitler.

Di samping itu, Bupati Bekasi maupun Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi juga didesak segera merevisi Perbup Nomor 11 Tahun 2024, karena hingga hari ini besaran tunjangan perumahan yang diterima oleh Ketua DPRD sebesar Rp41.700.000/bulan, Wakil Ketua sebesar Rp40.200.000/bulan, dan Anggota DPRD sebesar Rp36.100.000/bulan,” tutup Hitler Situmorang.

Sementara itu, surat konfirmasi yang dilayangkan Redaksi Deltanews kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yang dilengkapi data pendukung lainnya, hingga berita ini dilansir belum juga mendapatkan klarifikasi

Berita Terkait

Tim Peneliti TNI AD Kaji Dampak Sosial Jembatan Garuda Suci di Cikembar
TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai dan Senam Sehat HJKS ke-156 di Jampangtengah, Doorprize Kambing Jadi Sorotan
Bukan Sekadar Adu Gol, Turnamen Mini Soccer Bapor Korpri Jadi Momentum Perkuat Sinergi ASN
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti
14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026
Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:40 WIB

Tim Peneliti TNI AD Kaji Dampak Sosial Jembatan Garuda Suci di Cikembar

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 15:20 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai dan Senam Sehat HJKS ke-156 di Jampangtengah, Doorprize Kambing Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 06:54 WIB

IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran

Sabtu, 26 September 2026 - 07:02 WIB

Rotasi Besar di Polres Sukabumi, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 10:20 WIB

14 Siswa Terbaik Sukabumi Siap Unjuk Prestasi di Pentas PAI Jawa Barat 2026

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 17:45 WIB

‎Kades Sukamulya Buka Suara soal Polemik Tanah Desa: “Kalau Tanah Desa, Harus Ada Suratnya”‎

Berita Terbaru