Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Sukabumi Diamankan Polisi

Minggu, 22 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota mengamankan MS alias BU (56 tahun), terduga pelaku perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. MS diamankan di rumah kontrakannya di Jalan Nanggerang Lembursitu Kota Sukabumi, Selasa (11/9/2024).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi menyampaikan, pengungkapan kasus perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur tersebut berawal dari laporan yang disampaikan korban melalui layanan call center 110 dan aplikasi WhatsApp.

“Berawal dari laporan yang disampaikan korban melalui aplikasi WhatsApp mengenai adanya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Unit PPA Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota melakukan penelusuran dan pengecekan terhadap laporan tersebut,” ungkap Rita saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Jum’at (20/9/2024).

“Setelah upaya penelusuran tersebut, alhamdulilah, pada hari Selasa (11/9), di Jalan Nanggerang Lembursitu Kota Sukabumi, kami telah berhasil mengamankan MS alias BU yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur,” terangnya.

Selain itu, Posisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, Foto Copy Kartu Keluarga dan Akta Lahir dan Visum et Refertum.

Rita mengatakan, terduga pelaku merupakan kakek tiri korban yang melancarkan aksi bejatnya sejak korban duduk di bangku kelas 3 SMP.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, perbuatan tersebut dilakukan pelaku yang merupakan kakek tiri korban terakhir kali di rumah kontrakan dimana korban dan pelaku tinggal yaitu di Jalan Nanggerang Lembursitu Kota Sukabumi pada Rabu (28/8) sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Rita kepada wartawan.

Baca Juga :  ‎Siswi SMAN 1 Cikembar Ukir Prestasi di Tingkat Provinsi, Borong Medali di Berlian Fun Swimming Festival 2025

“Saat itu, korban baru pulang sekolah dan melihat adiknya yang ada di dalam kamar sedang rewel, kemudian korban mencoba menenangkannya. di saat yang bersamaan, pelaku masuk ke dalam kamar juga, berpura-pura ikut menenangkan adik korban, akan tetapi pelaku malah menghampiri korban dan duduk di belakang korban, kemudian memasukan tangannya ke dalam baju dan meraba bagian sensitif korban selama hampir 1 menit hingga nenek korban masuk ke dalam kamar,” bebernya.

Lanjut Rita, “Menurut keterangan korban, sebelumnya pelaku pernah melakukan pelecehan seksual terhadap korban, dimana saat korban sedang tiduran di dalam kamar, terduga pelaku menghampiri korban dan memasukan tangannya ke dalam baju dan meraba-raba bagian sensitif korban selama kurang lebih 2 menit kemudian mengelus-ngelus bagian sensitif korban dan memasukan salah satu jari tangannya ke dalam bagian sensitif korban selama kurang lebih 1 menit,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kemendikbudristek: Implementasi Kurikulum Merdeka capai 80 persen

“Perbuatan pelaku ini tidak dapat ditolak oleh korban karena korban diduga merasa tertekan dengan ucapan pelaku di saat melakukan pelecehan terhadap korban yang diduga dilakukan setiap hari sejak korban duduk di bangku kelas 3 SMP.” pungkasnya.

Kini, MS telah diamankan dan menjalani proses penyidikan di Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota. Atas perbuatannya, MS terancam pasal 81 ayat (1), (2), (3) dan atau pasal 82 ayat (1) dan (2) UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UURI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang tentang menyetubuhi anak di bawah umur dengan pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Tahan Kades Neglasari Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Terlalu Cepat
Kasus Kematian Anak (Ns) Bergulir ke Senayan, Kapolres Sukabumi Tegaskan Penyidikan Ilmiah di Hadapan Komisi III DPR RI
‎Bayi Laki-laki Ditemukan Tergeletak di Kebun Bambu, Kondisi Masih Hidup
Komisi III DPR RI Minta Pelaku Penganiayaan Nizam Dijerat UU Perlindungan Anak
TRAGEDI MENINGGALNYA NS, BUPATI SUKABUMI ” KEADILAN HARUS DITEGAKKAN “
‎14 Calon Jemaah Umrah Terlantar, Dugaan Travel Bermasalah Dilaporkan ke Polisi‎
Cekcok di Lapo Tuak Berujung Maut, Seorang Pria di Kolang Tewas Dianiaya Temannya
Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi Periksa 16 Saksi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:07 WIB

Kejari Sukabumi Tahan Kades Neglasari Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Terlalu Cepat

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:30 WIB

Kasus Kematian Anak (Ns) Bergulir ke Senayan, Kapolres Sukabumi Tegaskan Penyidikan Ilmiah di Hadapan Komisi III DPR RI

Senin, 2 Maret 2026 - 15:46 WIB

‎Bayi Laki-laki Ditemukan Tergeletak di Kebun Bambu, Kondisi Masih Hidup

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:39 WIB

Komisi III DPR RI Minta Pelaku Penganiayaan Nizam Dijerat UU Perlindungan Anak

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:11 WIB

TRAGEDI MENINGGALNYA NS, BUPATI SUKABUMI ” KEADILAN HARUS DITEGAKKAN “

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:35 WIB

‎14 Calon Jemaah Umrah Terlantar, Dugaan Travel Bermasalah Dilaporkan ke Polisi‎

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:06 WIB

Cekcok di Lapo Tuak Berujung Maut, Seorang Pria di Kolang Tewas Dianiaya Temannya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:18 WIB

Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi Periksa 16 Saksi

Berita Terbaru