Gesti Diduga Dibalik Peredaran Obat Ilegal, Akankah Polsek Mauk Melakukan Penindakan

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM, Tangerang | Maraknya peredaran obat ilegal golongan G di wilayah hukum Polsek Mauk, diduga ada peran aktif dari dua orang yang memiliki peran berbeda, sementara salah satu nya seorang wanita bernama Gesti alias siti.

Dari pantauan tim investigasi yang di pimpin oleh seorang jurnalis media online Patroli Indonesia bernama Pino didapati beberapa titik yang tersebar di wilayah hukum Polsek Mauk, mulai dari jl.sukadiri, Belakang Kantor Kepala Desa Kemeri hingga,Karang anyar yang berada di Kecamatan Kemeri, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Merasa Kebal Hukum, Pengoplos Gas LPG di Rumpin Nekat Jalankan Bisnis Haramnya

Black salah satu penjual yang berada di lokasi karang anyar, mengatakan jika ia baru saja pindah tiga hari yang lalu dari tempat yang lama karena digerebek oleh masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“baru tiga hari bang pindah kesini,yang seberang jalan sana kan sudah dibakar warga,”ucapnya kepada wartawan.Selasa.(17/06/2025.)

Tak berselang lama penjual obat ilegal itupun menghubungi seseorang yang diduga kuat adalah gesti,dan langsung melakukan video call melalui gawai milik penjual tersebut.

Baca Juga :  Tidak Ada Penutupan Tempat Ibadah di Cidahu Sukabumi

Dengan basa basi yang dibumbui dengan ketawa khasnya Gesti memerintahkan kepada oknum penjual obat ilegal tersebut untuk memberikan uang bensin sebesar Rp.50.000, (lima puluh ribu rupiah)

“konfirmasi sama penjual nya bang,kasih aja lima puluh ribu,”ucapnya singkat.

Dari hasil pembicaraan tersebut dapat disimpulkan wanita bernama Gesti diduga sangat berpengaruh dan mempunyai peran penting dalam peredaran obat ilegal yang berada di wilayah hukum Polsek Mauk.

Baca Juga :  ‎Konten Kreator Ka Kuhu Resmi Jadi Tersangka, Polisi Tegaskan Kasus Penghinaan Bukan Pencemaran Nama Baik

Dalam waktu yang berbeda ketika tim investigasi melakukan wawancara dengan salah satu warga di kecamatan Kemeri,ia mengatakan tempat lamanya sudah digerebek oleh aparat penegak hukum.

“kan sudah lama pak di gerebek polisi, mungkin bukan disini lagi jualan nya,”ucap warga yang enggan disebutkan nama

Sementara itu Hinga berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait terkonfirmasi ( Rom)

Berita Terkait

‎Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di BGN‎
AKHIRNYA DAMAI! KASUS VIRAL PEGAWAI SPBU CIMAJA BERAKHIR KESEPAKATAN KEKELUARGAAN
Polres Sukabumi Ungkap Dugaan Penipuan Proyek Desa, Seorang Kades Ditahan
‎Mediasi Warga dan Perusahaan di Tenjojaya, Kades Tekankan Kondusivitas Lingkungan
‎Kejari Sukabumi Terima Tahap II Kasus Ibu Tiri, Jaksa Siapkan Dakwaan Berlapis‎
‎Diduga Dipicu Sengketa Lahan, Pria di Cikidang Alami Luka Parah Akibat Sabetan Golok
Diduga Tertekan Biaya Pernikahan, Karyawan Alfamart di Kalibunder Ditemukan Meninggal Gantung Diri
‎Ayam Utuh hingga Susu Jadi Paket Gizi, SPPG Bantargadung Terapkan Pendekatan Berbeda‎
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:22 WIB

‎Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis di BGN‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:30 WIB

AKHIRNYA DAMAI! KASUS VIRAL PEGAWAI SPBU CIMAJA BERAKHIR KESEPAKATAN KEKELUARGAAN

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:43 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Dugaan Penipuan Proyek Desa, Seorang Kades Ditahan

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:56 WIB

‎Mediasi Warga dan Perusahaan di Tenjojaya, Kades Tekankan Kondusivitas Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

‎Kejari Sukabumi Terima Tahap II Kasus Ibu Tiri, Jaksa Siapkan Dakwaan Berlapis‎

Senin, 18 Mei 2026 - 10:04 WIB

‎Diduga Dipicu Sengketa Lahan, Pria di Cikidang Alami Luka Parah Akibat Sabetan Golok

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:08 WIB

Diduga Tertekan Biaya Pernikahan, Karyawan Alfamart di Kalibunder Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:40 WIB

‎Ayam Utuh hingga Susu Jadi Paket Gizi, SPPG Bantargadung Terapkan Pendekatan Berbeda‎

Berita Terbaru