DPD JWI Sukabumi Raya Soroti Dugaan Dapur Program Makanan Bergizi Langgar Standar Clear And Clean Hygienies

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Sukabumi-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan publik. Meski digadang sebagai investasi masa depan bangsa demi mewujudkan generasi sehat dan setara dengan negara maju, pelaksanaan di lapangan tampaknya belum sepenuhnya berjalan sesuai standar.Senin 20-10-2025

Salah satu temuan mencuat di Kampung Kebon Kai, RT 04 RW 01, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dapur penyedia makanan dari program MBG yang dikelola oleh Yayasan Cahaya Adede Lestari (SPPG Berkah Family), diketahui beroperasi satu atap dengan bangunan pabrik pengolahan teh.
Meski pihak pengelola mengantongi izin, kondisi lingkungan dapur dinilai tidak memenuhi prinsip “clear and clean hygienies”* sebagaimana telah diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Memang tidak mengganggu langsung, tapi debu dari pabrik teh itu bisa saja mempengaruhi makanan. Masa iya dapur program makan bergizi harus satu atap dgn pabrik ,ungkap salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya,

Warga mempertanyakan juga bagaimana mungkin izin pengelolaan bisa dikeluarkan bila lokasi dapur berada dekat dengan potensi sumber kontaminasi seperti pabrik pengolahan teh.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi para penerima manfaat program MBG, utamanya anak-anak dan pelajar.

Hasil penelusuran tim investigasi dari DPD JWI ( jajaran wartwan indonesia ) Sukabumi raya ke lokasi yang di pimpin langsung oleh ketua nya Lutfi Yahya, beliau menyampaikan,di temukan juga dugaan pelanggaran yang ada di SPPG MBG Berkah family yakni tidak ada nya IPAL ( instalasi pengolahan air limbah ) untuk mensterilkan air limbah produksi sppg tersebut kembali bersih dan aman ketika di buang ke lingkungan masyarakat kami melihat air limbah tersebut di buang begitu saja ke kebun halaman belakang bangunan SPPG.

Baca Juga :  ‎HGN dan HUT PGRI ke-80 di Cikembar Meriah, Diwarnai Jalan Santai dan Santunan Yatim‎

Beliau juga menambahkan
Sesuai pedoman BGN dan Kementerian Kesehatan, setiap SPPG Makan Bergizi Gratis wajib memenuhi standar sanitasi dan higienitas pangan dan lingkungan termasuk:

Lokasi dapur terpisah dari area industri atau sumber debu/ Bersih lingkungan.

Peralatan dan bahan bakar memasak memenuhi standar kebersihan,

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)*: Setiap SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan / Badan yang di tunjuk.

Tenaga pengelola memiliki sertifikasi keamanan pangan / ( food handle )

Terkait dengan dugaan adanya pelangaran oleh Yayasan Cahaya Adede Lestari (SPPG Berkah Family), maka pihak pengelola berpotensi melanggar ketentuan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga, serta pedoman operasional BGN untuk pelaksanaan MBG 2025 pungkas nya.

Baca Juga :  Longsor di Gunung Halu, Akses Bandung Barat ke Cianjur Terputus

Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan, termasuk korwil juga korcam yang di tunjuk oleh BGN untuk meninjau ulang izin pengelolaan SPPG tersebut sebagaimana yang di tegaskan oleh kepala BGN, SPPG yang tidak mematuhi SOP akan di kenakan tindakan termasuk Penghentian sementara operasional, Jangan sampai program nasional yang berniat baik ini tidak tercoreng oleh kelalaian pengelolaan di lapangan. Tegas nya

Hingga berita ini di turunkan
Pihak dari yayasan cahaya Dede lestari ( SPPG Berkah family) belum memberikan jawaban serta keterangan resmi terkait dugaan adanya pelanggaran tersebut Karena nomor kontaknya sulit untuk di hubungi.

Rab

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, RGPI Kabupaten Sukabumi Gelar Turnamen Bola Voli Rajawali Cup 2026
Jalan Santai HUT RI ke-81 di RW 05 Gekbrong Meriah, Warga Kompak Kenakan Merah Putih
‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan
Bupati Asep Japar Ungkap Tiga Jembatan Presisi Dibangun Bersamaan di Sukabumi, Salah Satunya di Cibadak
Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras
Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Kematian Ibu dan Bayi, Sukabumi Jadi Perhatian
Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi
Menkes: Jangan Lagi Operasi Jantung ke Malaysia, Layanan Canggih Kini Hadir di Sukabumi
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Semarak HUT RI ke-81, RGPI Kabupaten Sukabumi Gelar Turnamen Bola Voli Rajawali Cup 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Jalan Santai HUT RI ke-81 di RW 05 Gekbrong Meriah, Warga Kompak Kenakan Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:54 WIB

‎Paspor untuk Wisata, Kemudian Bekerja di Luar Negeri, Efektivitas Profiling Imigrasi Sukabumi Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41.479 Butir Obat Berbahaya dan 3.641 Botol Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Soroti Kematian Ibu dan Bayi, Sukabumi Jadi Perhatian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Camat Cikembar Apresiasi Mini Cafe EDAfresh, Dorong Jadi Barometer BUMDes Inovatif di Sukabumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Menkes: Jangan Lagi Operasi Jantung ke Malaysia, Layanan Canggih Kini Hadir di Sukabumi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Warga RW 05 Desa Gekbrong Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Sejumlah Kegiatan Meriah Disiapkan

Berita Terbaru