JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah, termasuk di wilayah Jawa Barat yang memiliki sejumlah daerah dengan tantangan pelayanan kesehatan yang cukup besar.
Hal itu disampaikan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peresmian layanan kesehatan unggulan di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menkes menyampaikan keprihatinannya terhadap angka kematian ibu dan bayi yang masih terjadi setiap tahun di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari sisi angka, tetapi juga harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan ibu dan bayi serta keluarga yang ditinggalkan.
Budi mengatakan, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah melihat kembali proses penanganan pasien ibu dan bayi di rumah sakit.
Pelayanan rumah sakit harus mampu memberikan penanganan sesuai standar, terutama terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan cepat.
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya tersebut. Budi juga menyebut sejumlah daerah, termasuk Sukabumi dan Bogor, dalam konteks tantangan kesehatan ibu dan bayi.
Pelayanan Rumah Sakit Harus Diperkuat
Menkes menekankan pentingnya memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat bagaimana proses penanganan dilakukan, mulai dari ibu mendapatkan pelayanan kesehatan hingga proses persalinan dan penanganan bayi setelah lahir.
Selain itu, faktor lain seperti infeksi dan kebersihan rumah sakit juga perlu menjadi perhatian.
Karena itu, penguatan standar pelayanan di rumah sakit menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Budi juga menekankan bahwa fasilitas kesehatan rujukan harus memiliki kemampuan memberikan penanganan secara cepat dan tepat terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Pencegahan Dimulai dari Masa Kehamilan
Selain pelayanan rumah sakit, Menkes menegaskan bahwa upaya menekan kematian ibu dan bayi harus dimulai sejak masa kehamilan.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC) menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sejak dini.
Pemerintah juga mendorong agar ibu hamil mendapatkan pemeriksaan yang memadai, termasuk pemeriksaan menggunakan USG sesuai kebutuhan.
Dengan pemeriksaan rutin, berbagai risiko selama kehamilan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Stunting Juga Harus Dicegah Sejak Ibu Hamil
Dalam kesempatan yang sama, Budi Gunadi Sadikin juga menyinggung persoalan stunting.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak seharusnya baru dilakukan setelah bayi lahir. Intervensi justru harus diperkuat sejak masa kehamilan.
Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi ibu hamil, termasuk kecukupan gizi dan protein.
Ibu hamil dengan kondisi gizi kurang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan makanan tambahan, terutama sumber protein hewani seperti telur, ikan dan ayam.
Pemerintah juga mendorong pemantauan kondisi ibu hamil secara berkala agar bayi tidak lahir dengan berat badan rendah.
Budi menilai bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih besar mengalami persoalan pertumbuhan.
Karena itu, pemeriksaan ibu hamil secara rutin menjadi salah satu kunci pencegahan.
Sukabumi Diminta Memperkuat Pelayanan
Dengan berbagai tantangan tersebut, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Sukabumi menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Kehadiran layanan baru di RSUD Sekarwangi, seperti Cathlab, CT Scan 64 Slice, ICVCU dan Laboratorium Mikrobiologi, diharapkan semakin memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kondisi medis.
Namun, penguatan fasilitas juga perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, standar pelayanan, pemeriksaan kehamilan, serta sistem rujukan yang cepat.
Pemerintah berharap upaya tersebut dapat membantu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat.















