JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Sebuah rumah milik pemuda disabilitas bernama Fadil (20), warga Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Sabtu (15/11/2025) sore. Kondisi bangunan yang telah lapuk dan tidak lagi dihuni membuat rumah tersebut akhirnya rata dengan tanah.
Peristiwa ini menyedot perhatian pemerintah daerah. Bupati Sukabumi Asep Japar, melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, langsung merespons cepat dengan menyalurkan bantuan untuk pembangunan kembali rumah Fadil.
Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, H. Unang Sudarma, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pembangunan darurat bersama masyarakat melalui mekanisme gotong royong.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa memulai pembangunan kembali rumah yang roboh milik Fadil. Saya ditugaskan langsung oleh Pak Bupati bersama BPBD dan Pak Camat untuk mengajak masyarakat bergotong royong,” ujarnya
Unang menjelaskan, bantuan pembangunan ini merupakan kolaborasi beberapa pihak seperti Baznas, BPBD, pemerintah kecamatan, serta partisipasi warga.
“Insya Allah dengan kebersamaan ini, rumah Fadil dapat segera terbangun dan kembali layak huni,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Cikembar Asep Rusli Rusmawijaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta melalui Baznas dan BPBD.
“Mulai hari ini gotong royong dilakukan. Bantuan dari Pak Bupati melalui Baznas dan BPBD sudah diberikan untuk rehabilitasi rumah sebesar 15 juta rupiah,” ungkapnya.

Namun tidak hanya hunian, pemerintah juga menyoroti kondisi Fadil sebagai penyandang disabilitas mental yang selama ini hidup tanpa pendamping tetap setelah sang ibu dan neneknya meninggal dunia. Saat ini Fadil tinggal berpindah-pindah antara rumah bibi dan ayahnya.
“Selain rumah, kita juga harus memikirkan masa depan Fadil. Ia memiliki keterbatasan dan perlu penanganan lebih lanjut. Nanti akan ada pemeriksaan oleh Puskesmas, Dinas Sosial, hingga kemungkinan rehabilitasi melalui panti,” tegas Camat.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap warga rentan, terutama penyandang disabilitas yang tidak memiliki keluarga inti sebagai penopang hidup.
“Ini bukan hanya soal bangunan rumah yang ambruk, tetapi memastikan Fadil memiliki masa depan, tempat tinggal yang layak, dan perlindungan sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.
—
Warga Kampung Cihonje menyambut antusias gerakan ini dan mulai bersama-sama membersihkan puing-puing rumah serta menyiapkan lokasi pembangunan.
Fadil yang selama ini hidup dalam keterbatasan, akhirnya mendapat perhatian luas. Pemerintah berharap rumah yang akan dibangun bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam melindungi warganya terutama mereka yang paling rentan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















