‎Galian Kabel PLTHM di Warungkiara Meresahkan Warga Dua Kedusunan‎

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Sukabumi – Aktivitas penggalian kabel oleh PT PLTHM di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan keras dari warga dua kedusunan, khususnya di sepanjang Jalan Kampung Ciseupan.

‎Galian kabel yang diduga tanpa pengawasan memadai itu menyisakan tumpukan tanah di badan jalan. Akibatnya, akses warga terganggu, jalan menjadi licin, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat hujan.

‎“Jalannya penuh tanah, sangat licin. Terpaksa kami harus turun ke badan jalan, padahal itu berbahaya,” ungkap salah seorang warga yang mengaku melintas setiap hari untuk berangkat kerja.

‎Warga mendesak pihak kontraktor segera melakukan pembersihan dan penanganan serius terhadap dampak galian tersebut. Mereka menilai pengerjaan ini ceroboh dan tidak memperhatikan keselamatan serta kenyamanan warga.

‎“Setiap hari saya lewat sini, pagi-pagi mau kerja pun harus ekstra hati-hati. Kami bukan menolak proyek, tapi tolong jangan bikin jalan seperti kubangan. Segera bersihkan!” tegas warga lainnya.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan, sisa tanah galian masih berserakan bahkan di depan rumah warga. Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas, tapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

‎Warga berharap, pihak terkait segera turun tangan sebelum muncul korban akibat kelalaian pelaksana proyek.

Baca Juga :  Rohmat Hidayat Terpilih Aklamasi Pimpin KNPI Jawa Barat Periode 2025–2028

Berita Terkait

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi
Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:06 WIB

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Berita Terbaru