JABARINSIDE.COM.|Sukabumi-Dugaan pungutan biaya untuk calon jemaah haji di Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan banyak pihak, Pasal nya jemaah haji di tahun sebelumnya menjadi ajang para oknum yang meminta biaya yang tidak rasional atau markup.
Kabar ini mencuat beberapa hari terakhir ramai di perbincangkan di kalangan aktivis juga masyarakat khususnya di Kabupaten Sukabumi.
Tidak hanya dugaan markup biaya pendaftaran tapi juga dugaan pergeseran jemaah haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini perlu perhatian khusus dari berbagai pihak terkait, khususnya APH untuk menindaklanjuti lebih dalam prihal mencuat nya dugaan tersebut.
“Ini sangat merugikan masyarakat khususnya jemaah haji yang dimana hari ini sudah menunggu waktu lama tapi masih di permainkan oleh oknum-oknum tertentu (Di) salah satu keluarga dari jemaah haji Kabupaten Sukabumi,” Ucapnya
Lanjut (Di) “Kami meminta ditindak lanjuti oleh pihak berwenang supaya tidak ada pembiaran dan tidak terjadi lagi hal seperti ini dan di buka ke publik supaya terang benderang,” Paparnya
Tidak hanya ditingkat atas atau kementerian yang melakukan pelanggaran-pelanggaran prihal Hajian. Seperti eks Menag yang sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nyatanya di daerah pun dugaan penyimpangan ini terjadi.
Dilansir dari beberapa pihak pergeseran kuota haji dan baiaya tambahan yang membebankan jemaah itu di lakukan oleh oknum-oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) bahkan salah satu oknum KBIH dikaitkan masih ada ikatan keluarga dengan Kepala Kemenhaj, Kabupaten Sukabumi.
Hal ini menjadi perhatian dari para pihak dan mendorong APH khususnya KPK untuk turun ke daerah.
RED















