JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – BPBD Kabupaten Sukabumi mendirikan enam unit tenda pengungsian bagi warga terdampak bencana gerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa pergeseran tanah tersebut terjadi sejak Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Sejumlah warga mengungkapkan, sebelum kejadian, mereka sempat melihat adanya aktivitas di area perbukitan yang kini mengalami pergerakan tanah. Aktivitas tersebut disebut-sebut berkaitan dengan rencana proyek perkebunan dan peternakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Annisa Agustina , salah seorang warga terdampak, mengaku sempat mendengar suara mesin dari arah atas bukit.
“Kita sebelumnya sempat dengar suara mesin. Pohon-pohon di atas itu juga sudah mulai ditebang, jadi memang kelihatan ada aktivitas. Katanya mau dibuat perkebunan buah-buahan sama proyek kandang sapi,” ujar Annisa kepada wartawan Senin(02/03/26)
Menurutnya, warga yang berada di sekitar lokasi tidak pernah mendapatkan sosialisasi secara langsung terkait rencana tersebut.
“Setahu saya, tidak ada sosialisasi ke warga. Kalau memang mau bikin PT atau proyek besar, seharusnya ada izin dan pemberitahuan ke masyarakat yang terdampak. Kami ini yang kena dampak justru tidak tahu,” tegasnya.
lanjutnya
mengatakan sempat ada aksi protes dari warga ketika aktivitas penebangan mulai terlihat. Namun hingga kini, warga belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai status perizinan proyek tersebut.
“Memang pernah ada warga yang demo. Tapi kami tidak tahu pasti bagaimana perizinannya. Mungkin saja izinnya sudah ada di tingkat tertentu, tapi masyarakat yang terdampak tidak pernah diajak musyawarah,” kata Annisa.
Saat ini, warga berharap adanya penghentian sementara aktivitas di area tersebut hingga kondisi benar-benar aman. Selain itu, mereka juga meminta adanya penghijauan kembali untuk mencegah dampak yang lebih luas.
“Harapan kami, dihentikan dulu aktivitasnya. Kami ingin ada penghijauan lagi karena dampaknya bisa terus meluas. Warga yang rumahnya terdampak juga ingin tempat tinggal yang layak dan aman,” pungkas Annisa.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga terdampak gerakan tanah.
Sumber : FB Juliansyah juli















