Penanganan Kasus Diduga Kekerasan Anak di Sukabumi Disorot, Ibu Korban Keluhkan Proses Lambat‎

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

JABARINSIDE.COM |  Penanganan laporan dugaan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi menuai sorotan. Seorang ibu berinisial YM (33) mengaku proses hukum yang ia tempuh hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

‎Laporan tersebut telah disampaikan ke Polres Sukabumi pada 12 November 2025 dengan nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/Polres Sukabumi. Namun, setelah berjalan hampir lima bulan, YM menyebut perkembangan kasus masih belum jelas.

‎Peristiwa ini bermula pada Senin, 6 Oktober 2025, ketika YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu akibat kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan disertai pendarahan. Sebelumnya, korban sempat mendapat penanganan awal dari seorang bidan berinisial EY.

‎Dari hasil pemeriksaan medis, muncul dugaan adanya tindakan yang tidak wajar. Temuan tersebut kemudian mendorong YM melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

‎Meski demikian, proses hukum yang berjalan dinilai belum memberikan kepastian. YM mengaku setiap kali menanyakan perkembangan kasus, ia hanya menerima jawaban bahwa penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan ahli forensik serta keterangan tambahan dari tenaga medis terkait.

‎“Saya sudah beberapa kali datang untuk menanyakan perkembangan, tapi jawabannya masih sama, menunggu,” ujar YM, Senin (6/4/2026).

‎Ia juga mengaku kesulitan memperoleh informasi detail terkait hasil pemeriksaan medis. Menurutnya, penyidik menyampaikan bahwa keterangan dokter tidak dapat dibuka secara rinci dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

‎YM menegaskan bahwa dirinya tidak sependapat dengan sejumlah kemungkinan yang disampaikan dalam proses penyidikan.

‎“Saya yakin dengan apa yang saya alami dan kondisi anak saya. Semua sudah saya sampaikan sejak awal,” tuturnya.

‎Di sisi lain, kepolisian disebut tidak dapat memaksakan keterangan dari pihak medis karena posisinya sebagai saksi. Hal ini membuat proses pengumpulan bukti berjalan lambat.

‎Bahkan, YM sempat diminta untuk mengonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena dokter yang bersangkutan tidak berada di tempat saat didatangi.

‎Upaya melalui pendamping hukum pun belum memberikan perkembangan berarti. YM menyebut komunikasi yang terjalin masih terbatas dan belum ada pendampingan langsung secara intensif.

‎Dalam upaya mencari perhatian publik, YM sempat membagikan video pengakuan anaknya di media sosial hingga viral. Namun, ia mengaku mendapat teguran dari aparat dan diminta untuk menghapus konten tersebut.

‎“Saya diminta menghapus video karena dianggap bisa berdampak pada nama baik institusi,” ujarnya.

‎Menariknya, setelah video tersebut beredar luas, YM melihat adanya langkah lanjutan dari pihak kepolisian, termasuk pemanggilan ahli forensik.

‎Ia dan anaknya bahkan menjalani pemeriksaan selama beberapa jam. Namun setelah itu, perkembangan kembali dirasa stagnan.

‎“Sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya harus terus datang sendiri untuk menanyakan,” katanya.

‎Hingga kini, YM masih berharap adanya kejelasan dan keadilan atas kasus yang menimpa anaknya.

‎“Saya hanya ingin kasus ini terang dan pelaku bisa diproses sesuai hukum,” pungkasnya.

Baca Juga :  Perkembangan Budidaya Ikan Nila di Kolam Bioplok BUMDes Bantaragung Tunjukkan Hasil Positif

View : 1984

Berita Terkait

‎Irigasi Cibagong Rusak, Puluhan Hektare Sawah di Cikembar Terlantar‎
PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional
‎Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Pelaku Diamankan
Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP
Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 10 Rumah Warga Terendam
Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing
‎Janji Fasilitas Tak Terpenuhi, Warga Fitra Pratama Residence Tempuh Jalur Somasi
BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:50 WIB

‎Irigasi Cibagong Rusak, Puluhan Hektare Sawah di Cikembar Terlantar‎

Jumat, 17 April 2026 - 14:52 WIB

PERADI Sukabumi Gelar PKPA Angkatan XIII, Cetak Calon Advokat Profesional

Jumat, 17 April 2026 - 14:11 WIB

‎Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Pelaku Diamankan

Jumat, 17 April 2026 - 11:25 WIB

Bupati Sukabumi Sidak Samsat Cibadak, Pastikan Pelayanan Pajak Lebih Mudah Tanpa KTP

Jumat, 17 April 2026 - 09:53 WIB

Longsor di Sukalarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Material Tebing

Kamis, 16 April 2026 - 14:28 WIB

‎Janji Fasilitas Tak Terpenuhi, Warga Fitra Pratama Residence Tempuh Jalur Somasi

Kamis, 16 April 2026 - 13:59 WIB

BUPATI SUKABUMI DAMPINGI PENASIHAT KHUSUS PRESIDEN RESMIKAN HUNTAP ADAPTIF BENCANA

Kamis, 16 April 2026 - 12:52 WIB

SMA Negeri 1 Cikembar Gelar IHT Penguatan Gapura Pancawaluya 2026

Berita Terbaru