‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengambilan Sampel DLH

JABARINSIDE.COM | Viralnya perubahan warna air Sungai Cibojong di Kampung Bungur Pandak, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menindaklanjuti laporan yang ramai di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama DLH Kabupaten Sukabumi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel air.

‎Pengawas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Jawa Barat, Erwin, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Gubernur Jawa Barat guna memastikan penyebab perubahan warna air yang dikeluhkan masyarakat.


“Hari ini kami mendapatkan tugas langsung dari Pak Gubernur untuk menindaklanjuti pemberitaan di media sosial terkait adanya perubahan warna air di Kampung Bungur, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi, sabtu (18/7/2026).


‎Tim mengambil sampel air dari dua titik, yakni bagian hulu dan hilir Sungai Cibojong. Seluruh sampel akan dianalisis di laboratorium sebelum pemerintah menyampaikan kesimpulan resmi.

‎Erwin menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan adanya pencemaran lingkungan karena seluruh proses masih dalam tahap pengujian.


‎”Kami melakukan pengambilan sampel dari hulu dan hilir. Sampai saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan apa pun karena harus menunggu hasil uji laboratorium dan melaporkannya terlebih dahulu kepada pimpinan,” katanya.


‎Secara kasat mata, tim memang menemukan adanya perbedaan kondisi air antara bagian hulu dan hilir. Namun, menurutnya, hal tersebut belum cukup menjadi dasar untuk menyimpulkan sumber perubahan warna air.


‎”Kalau secara kasat mata memang ada sedikit perbedaan antara hulu dan hilir. Namun kami belum bisa menentukan apakah perubahan itu berasal dari aktivitas tertentu atau memang kondisi alami air. Kita tunggu hasil laboratoriumnya,” jelasnya.


‎Erwin menyebut proses analisis laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 14 hari sebelum hasilnya diumumkan. Estimasi tersebut sesuai standar pemeriksaan laboratorium kualitas air.

‎Dalam peninjauan tersebut hadir tim UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, DLH Kabupaten Sukabumi, unsur Kecamatan Cikembar, Satpol PP Kecamatan Cikembar, Pemerintah Desa Bojong, serta pihak terkait lainnya.

‎Terkait dugaan adanya aktivitas perusahaan di sekitar lokasi, Erwin menyatakan pihaknya masih akan mendalami aspek perizinan maupun aktivitas operasional perusahaan yang berada di kawasan tersebut. Saat tim melakukan peninjauan, perusahaan yang diduga berkaitan dengan laporan masyarakat diketahui sedang tidak beroperasi.


‎”Kami belum mendapatkan informasi lengkap terkait perizinannya karena saat ini perusahaan sedang libur sekitar satu minggu dan tidak melakukan kegiatan. Setelah kami melaporkan hasil peninjauan kepada pimpinan, kami akan menunggu arahan lebih lanjut mengenai langkah berikutnya,” ujarnya.


‎Ia kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada dasar untuk menyatakan telah terjadi pencemaran lingkungan.


‎”Untuk hari ini kami belum bisa menyimpulkan bahwa ini merupakan pencemaran. Semua masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.

‎Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di bidang lingkungan hidup.

Baca Juga :  ‎Sejumlah Bencana Terjadi di Sukabumi, Longsor hingga Banjir Bandang Rusak Akses Jalan dan Lahan Pertanian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  ‎Katar Desa Bojongkerta Pasang PJU Jalan di Kampung Cikomboy RW 15.‎

Berita Terkait

‎Edukasi Pemilahan Sampah Didorong dari Rumah Tangga, SCG Mentari Gandeng Pemdes Tanjungsari‎
Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis
Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat
Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah
‎Wisuda ke-16 Nusa Putra, Bupati Asep Japar Titip Pesan: Gelar Bukan Akhir, Saatnya Mengabdi‎
‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎
DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna ke-17, Bahas Perubahan APBD 2026 dan Rotasi AKD
BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:29 WIB

‎Edukasi Pemilahan Sampah Didorong dari Rumah Tangga, SCG Mentari Gandeng Pemdes Tanjungsari‎

Senin, 7 September 2026 - 16:17 WIB

Hindari Dampak Abu Vulkanik, Relawan Kesehatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 08:31 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Luntur, Warga RW 10 Kebon Jeruk Gelar Pesta Rakyat

Minggu, 6 September 2026 - 19:35 WIB

Wakasal Pimpin Groundbreaking Jembatan Leuwi Dinding, Pulihkan Akses Warga Jampangtengah

Sabtu, 5 September 2026 - 07:03 WIB

‎Festival Bonsai Sukabumi 2026 Masuk Agenda Utama HJKS, Alun-alun Bojonglopang Bersiap Jadi Pusat Bonsai Nasional‎

Kamis, 3 September 2026 - 17:58 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna ke-17, Bahas Perubahan APBD 2026 dan Rotasi AKD

Kamis, 3 September 2026 - 13:48 WIB

BUPATI HADIRI APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI, KAPOLRI AJAK RAWAT PERSATUAN DAN KESATUAN

Kamis, 3 September 2026 - 10:43 WIB

Situ Halimun Warungkiara Diproyeksikan Jadi Buper Skala Kabupaten, Tampung 10.000 Siswa

Berita Terbaru