JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Musim hujan yang seharusnya menjadi momentum bagi petani untuk memulai masa tanam, justru berubah menjadi kekhawatiran bagi para petani di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Ambruknya kembali saluran Daerah Irigasi (DI) Cibagong membuat puluhan hektare sawah tak lagi mendapatkan pasokan air yang memadai.
Akibat kerusakan jaringan irigasi tersebut, sebagian petani terpaksa beralih menanam palawija, sementara sebagian lainnya memilih membiarkan lahannya terlantar karena tidak dapat diolah secara optimal.
Kondisi itu tidak hanya berdampak pada hasil pertanian warga, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal serta mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami, membenarkan bahwa kerusakan saluran irigasi telah berlangsung lebih dari satu tahun.
“Memang sudah satu tahun lebih karena ada jaringan primer yang roboh untuk DI Cibagong. Mudah-mudahan tahun ini bisa diperbaiki oleh dinas terkait, karena memang sekitar 25 hektare lebih sawah terbengkalai atau tidak bisa menghasilkan apa-apa akibat kekeringan,” ujarnya Senin 11-05-2026

Menurutnya, sumber pengairan sawah di wilayah tersebut sangat bergantung pada saluran irigasi itu. Meski sebelumnya sempat dilakukan normalisasi, kondisi bangunan kembali rusak setelah diterjang aliran air sungai.
“Normalisasi yang pertama kemarin hanya bertahan sekitar satu sampai dua musim, lalu kembali tergerus air. Sekarang titik kerusakannya berada di bibir Sungai Cimandiri,” katanya.
Pemerintah desa bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) disebut telah mengajukan permohonan perbaikan kepada dinas terkait. Namun hingga kini, perbaikan permanen belum terealisasi.
“Kami dari pemerintah desa bersama BPP sudah mengajukan ke dinas terkait agar segera diperbaiki. Karena itu kewenangan kabupaten dan sudah terdaftar sebagai daerah irigasi,” tambah Mirwanda.
Meski belum ada jawaban resmi, pihak desa mengaku mendapat informasi bahwa perbaikan kemungkinan akan dilakukan tahun ini. Mereka berharap pembangunan nantinya dapat dilakukan lebih maksimal agar saluran irigasi tidak kembali ambruk setiap musim hujan.
“Harapannya cepat terealisasi dan dinas terkait, khususnya PU SDA, bisa lebih memaksimalkan pembangunan aliran air ini. Karena dirasakan selalu jatuh bangun terus, sudah diperbaiki nanti runtuh lagi. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih kuat dan bertahan lama,” pungkasnya.















