JABARINSIDE.COM | SUKABUMI — Perjalanan hidup Junaidi Tarigan, S.H., M.M., bukan sekadar kisah sukses biasa. Di balik namanya yang kini dikenal sebagai salah satu advokat papan atas di Sukabumi, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, keteguhan, dan keberanian merintis hidup dari nol di tanah rantau.
Pria kelahiran Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, 3 Desember 1963 ini pertama kali tiba di Sukabumi pada tahun 1991. Tanpa kemewahan, ia hanya membawa ijazah Sarjana Hukum dari Universitas Eka Sakti Padang serta tiga stel pakaian. Bahkan, untuk tempat tinggal pun ia harus menumpang di rumah kerabatnya yang dikenal sebagai Bang Sitepu di kawasan Cimanggah.
“Waktu itu semuanya serba sulit. Kota ini asing bagi saya, tidak punya siapa-siapa. Tapi saya yakin, selama mau berusaha, pasti ada jalan,” ujar pria yang akrab disapa Bang Tarigan.

Sebagai anak sulung dari enam bersaudara, semangat kerja keras sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Di Sukabumi, sikapnya yang terbuka dan mudah bergaul membuatnya cepat diterima di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga tokoh penting daerah.
Langkah demi langkah, kariernya mulai menunjukkan perkembangan. Nama Junaidi perlahan dikenal sebagai advokat yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi. Jejaringnya semakin luas, termasuk kedekatannya dengan almarhum H.M. Muslikh Abdussyukur, mantan Wali Kota Sukabumi, serta almarhum Hamami Drajat, tokoh politik yang pernah memimpin DPD Golkar Kota Sukabumi.
“Beliau-beliau adalah sosok yang banyak memberi warna dalam perjalanan hidup saya,” kenangnya, Sabtu (30/05/2025)

Kepercayaan yang terus mengalir mendorong Junaidi mendirikan Kantor Hukum Junaidi Tarigan, S.H., M.M. & Rekan. Tak butuh waktu lama, kantornya berkembang dan dipercaya menangani berbagai klien, mulai dari perusahaan swasta hingga korporasi besar seperti PT GSI, PT L&B Indonesia, PT Citra, PT BPR Semesta Megadana, hingga sejumlah grup usaha seperti Big, Minu, dan Maherland Group.
Namun, kiprahnya tidak berhenti di dunia praktik hukum. Junaidi juga aktif di dunia akademik sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Putra Sukabumi. Ia bahkan dipercaya menjadi anggota senat universitas, berperan dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kesibukannya, suami dari Dra. Elin Paulina, M.M., ini tetap menyempatkan waktu untuk hobi bermain golf. Tak hanya itu, darah sebagai anak petani juga mengalir kuat dalam dirinya. Ia mengembangkan pertanian dan membangun hutan rakyat seluas kurang lebih 4 hektare di wilayah Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Dalam organisasi profesi, Junaidi juga dikenal aktif. Ia pernah menjabat sebagai Ketua AAI Sukabumi dan Dewan Penasehat organisasi PERADI kini mengemban amanah sebagai Ketua PERADI Sukabumi, .
Kisah Bang Tarigan menjadi potret nyata bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dari seorang perantau yang menumpang hidup, kini ia berdiri sebagai sosok yang disegani di dunia hukum. Perjalanannya menjadi inspirasi, bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.















