SUKABUMI, JABARINSIDE.COM | Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai upaya mendorong penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi petani.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BPP Cikembar, Senin (13/07/2026), dihadiri Kepala UPTD Pertanian Wilayah II Cibadak, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari 10 desa di Kecamatan Cikembar.
Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang diharapkan dapat diterapkan secara bertahap oleh para petani di wilayah Cikembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah hari ini kami mengundang seluruh kelompok tani dari 10 desa. Masing-masing desa mengirimkan minimal satu hingga dua perwakilan kelompok tani agar program PM-AAS ini dapat dipahami dan disosialisasikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Muhammad Ali, sebagian besar petani di Kecamatan Cikembar telah memasuki musim tanam pada Juli. Karena itu, penerapan awal PM-AAS akan difokuskan di dua desa, yakni Desa Parakanlima dan Desa Cibatu, dengan luas lahan sekitar 10 hektare sebagai tahap perdana.
“Untuk bulan Juli ini baru dua desa yang siap memulai dengan luasan sekitar 10 hektare. Mudah-mudahan setelah sosialisasi ini, pada Agustus dan bulan-bulan berikutnya seluruh desa di Kecamatan Cikembar dapat ikut menerapkan sistem PM-AAS,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi PM-AAS telah melalui berbagai penelitian dan uji coba di lapangan. Sistem ini dinilai mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja saat tanam sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.
“Selain menekan biaya tanam, hasil produksinya juga berpotensi meningkat. Berdasarkan hasil uji coba sebelumnya, produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare. Harapan kami hasil di Cikembar juga dapat menyamai bahkan melampaui capaian tersebut,” katanya.
Muhammad Ali mengungkapkan, para peserta sosialisasi memberikan respons positif terhadap program tersebut. Mereka dinilai terbuka menerima inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Langkah awalnya sederhana, kita buat dulu demplot atau lahan percontohan. Kalau hasilnya terbukti bagus, saya yakin petani lain akan ikut menerapkan teknologi ini secara bertahap,” pungkasnya.
Dengan sosialisasi ini, BPP Kecamatan Cikembar berharap Program PM-AAS dapat menjadi salah satu solusi modernisasi pertanian di Kabupaten Sukabumi, sekaligus meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani.
Redaksi Jabarinside.com















