‎Pamsimas di Desa Ciheulang Tonggoh  Dipertanyakan, Air Tak Lagi Mengalir Optimal, Warga Minta Proyek Dicek

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Program penyediaan air minum melalui sarana Pamsimas di Kampung Gudang, RT 04/RW 06, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian warga.

‎Sarana yang dibangun dengan tujuan menyediakan kebutuhan air bagi masyarakat tersebut disebut sempat dimanfaatkan, namun kini aliran air tidak lagi berjalan optimal.

‎Di lokasi terlihat bangunan sarana air minum bertuliskan “DAK Air Minum Tahun 2025”, berikut instalasi perpipaan dan meter air.

‎Persoalan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa fasilitas air minum yang sudah dibangun justru tidak mampu menyediakan air secara berkelanjutan?

‎Kepala Dusun (Kadus) wilayah Kampung Gudang, Ade Ryanto, membenarkan adanya keluhan masyarakat mengenai kondisi sarana Pamsimas tersebut.


Menurut Ade Ryanto, fasilitas tersebut memang pernah mengalirkan air. Namun, kondisi aliran kemudian tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

‎“Memang ada laporan dari warga terkait air yang tidak mengalir. Kondisinya seperti itu,” ujar Ade Ryanto. (Rabu 26-08-2026)

‎Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait tidak hanya melihat keberadaan bangunan, tetapi juga memastikan seluruh sistemnya benar-benar berfungsi. Sarana Pamsimas tersebut sempat dimanfaatkan selama kurang lebih dua bulan.

‎“Kalau tidak salah cuma dua bulan. Setelah itu sudah tidak ada lagi. Kalau pun ada, pagi cuma sekali, sebentar. Paling kebagian satu ember satu rumah,” kata Ade Ryanto

‎Keterangan tersebut menjadi salah satu alasan warga meminta dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap sumber air dan jaringan distribusi.

Baca Juga :  Iyos Somantri Disambut Antusias Warga, Silaturahmi ke Dapil V Kabupaten Sukabumi



‎Selain persoalan aliran air, warga juga mempertanyakan pengerjaan sumber air atau sumur bor.

‎Ade Ryanto menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi dari pihak yang pernah terlibat dalam pekerjaan bahwa kedalaman pengeboran diduga disebut sekitar 30 meter.

‎Sementara itu, di tengah warga beredar informasi mengenai rencana kedalaman pengeboran sekitar 70 meter.

‎“Informasinya dari yang kerja, sekitar 30 meter,” kata Ade Ryanto.

‎Namun, informasi mengenai kedalaman tersebut belum dapat disimpulkan sebagai ketidaksesuaian pekerjaan. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan terhadap RAB, gambar teknis, kontrak atau dokumen pekerjaan serta realisasi di lapangan.

‎Jabarinside.com juga belum memperoleh keterangan resmi mengenai apakah angka 70 meter tersebut memang merupakan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.

‎Besarnya nilai pembangunan membuat masyarakat berharap sarana yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara maksimal dan berkelanjutan.

‎Namun, angka tersebut juga masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi agar tidak terjadi kekeliruan mengenai nilai pekerjaan, sumber anggaran maupun komponen pembiayaannya.

‎Karena itu, persoalan ini bukan semata-mata soal ada atau tidaknya bangunan, melainkan sejauh mana fasilitas yang dibangun mampu memberikan manfaat sesuai tujuan program.

‎Warga berharap pemerintah desa bersama instansi yang berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

‎Mulai dari sumber air, kedalaman sumur bor, kapasitas pompa, jaringan perpipaan, meter air, debit air hingga sistem distribusi ke rumah-rumah warga.

‎Jika seluruh spesifikasi dan pekerjaan ternyata telah sesuai, masyarakat tentu membutuhkan penjelasan mengenai penyebab air tidak lagi mengalir optimal.

‎Sebaliknya, apabila ditemukan adanya persoalan dalam pelaksanaan, masyarakat berharap segera dilakukan perbaikan sesuai ketentuan.

‎Sebab, program penyediaan air minum seharusnya tidak berhenti pada berdirinya bangunan dan terpasangnya pipa. Ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat benar-benar mendapatkan air dan dapat memanfaatkannya secara berkelanjutan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, Jabarinside.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pemerintah desa, pihak pelaksana pekerjaan/subkontraktor serta instansi terkait mengenai nilai anggaran, RAB, kedalaman sumur bor, spesifikasi pekerjaan, sumber air dan penyebab aliran air tidak lagi optimal.

‎Berita ini merupakan bagian dari upaya meminta penjelasan atas keluhan masyarakat. Jabarinside.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.

Baca Juga :  Pengadilan Tinggi Bandung Bebaskan Mafia Tanah terkait Pemalsuan, Ko bisa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Polda Gorontalo Raih Peringkat I Nasional Penanganan Kasus Korupsi 2024–2025

Berita Terkait

Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 Di DPC Gelar Manggala Garuda Putih Kota Sukabum8
Anggaran Terbatas, Penanganan Jalan Rusak di Sukabumi Dilakukan Bertahap
Dinas PU Sukabumi Lakukan Pemeliharaan Berkala Jalan Karang Tengah–Sinagar Nagrak
‎Kebakaran Lahan di Gunungguruh, 2 Hektare Alang-Alang dan Bambu Terbakar‎
‎Narapidana Lapas Warungkiara Diduga Tinggalkan Tempat Asimilasi, Petugas Lakukan Pencarian‎
Syahriahan di Sukamulya Jadi Sarana Pererat Silaturahmi Ulama, Umara dan Masyarakat
Revitalisasi SDN Mandaling Cikembar, Fasilitas Belajar dan Sanitasi Dibenahi
Ferry Supriyadi Soroti Warga Cikembar Sulit Dapat Kerja di Tengah Kawasan Industri
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:41 WIB

‎Pamsimas di Desa Ciheulang Tonggoh  Dipertanyakan, Air Tak Lagi Mengalir Optimal, Warga Minta Proyek Dicek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Anggaran Terbatas, Penanganan Jalan Rusak di Sukabumi Dilakukan Bertahap

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Dinas PU Sukabumi Lakukan Pemeliharaan Berkala Jalan Karang Tengah–Sinagar Nagrak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:21 WIB

‎Kebakaran Lahan di Gunungguruh, 2 Hektare Alang-Alang dan Bambu Terbakar‎

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:58 WIB

‎Narapidana Lapas Warungkiara Diduga Tinggalkan Tempat Asimilasi, Petugas Lakukan Pencarian‎

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Syahriahan di Sukamulya Jadi Sarana Pererat Silaturahmi Ulama, Umara dan Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Revitalisasi SDN Mandaling Cikembar, Fasilitas Belajar dan Sanitasi Dibenahi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Ferry Supriyadi Soroti Warga Cikembar Sulit Dapat Kerja di Tengah Kawasan Industri

Berita Terbaru

Masyarakat

Ribuan Warga Cikembar Meriahkan Jalan Santai HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:54 WIB